KUDUS – Laga antara Persiku Kudus melawan PSIS Semarang di Stadion Wergu Wetan pada Sabtu (11/4) menyisakan cerita unik.
Pertandingan tersebut mencatat tambahan waktu terpanjang tanpa adanya force majeure, yakni mencapai 38 menit.
Sepanjang musim ini di kasta kedua sepak bola Indonesia, Persiku selalu menggelar laga kandang pada sore hari.
Kick off biasanya dimulai pukul 15.30 WIB dan berakhir sebelum azan Maghrib.
Demi mendukung penggunaan VAR, lampu stadion biasanya dinyalakan saat memasuki pertengahan babak kedua.
Selama bermain di kandang, Persiku belum pernah menggelar pertandingan malam hari.
Bahkan saat Ramadan ketika menjamu Persela Lamongan, pertandingan digelar di Stadion Sriwedari karena kendala penerangan stadion.
Pada laga kontra PSIS, wasit Hamim Tohari awalnya memberikan tambahan waktu 10 menit di babak kedua.
Namun pertandingan berubah penuh drama ketika skor masih imbang 2-2.
Pada menit 90+2, tendangan Igor Costa mengenai tangan pemain PSIS di kotak penalti, sehingga wasit meninjau VAR dan menghentikan laga sekitar lima menit.
Keputusan tersebut memicu protes keras dari pemain PSIS.
Penalti yang sempat gagal dieksekusi Igor harus diulang karena kiper PSIS dinilai bergerak lebih dulu.
Situasi makin memanas hingga pemain kedua tim terlibat adu argumen, bahkan pemain PSIS sempat melakukan walk out selama sekitar 21 menit sebelum akhirnya kembali ke lapangan.
Setelah penalti diulang, Igor Costa akhirnya mencetak gol pada menit 90+30 (menit ke-120) dan membawa Persiku unggul 3-2.
Tak lama kemudian, striker PSIS Rafinha dijatuhkan bek Persiku Jaimerson sehingga wasit memberikan tendangan bebas.
Eksekusi Rafinha sukses menjadi gol pada menit 90+38 (menit ke-128).
Tak lama berselang, wasit meniup peluit panjang sekitar pukul 18.00 WIB.
Untuk pertama kalinya, pertandingan kandang Persiku di Stadion Wergu Wetan berakhir setelah waktu Maghrib.
Tambahan waktu hampir 40 menit tersebut melampaui catatan tambahan waktu terlama tanpa force majeure di sepak bola profesional.
Sebagai perbandingan, tambahan waktu 28 menit pernah terjadi pada laga Carabao Cup 2019 antara Burton Albion dan AFC Bournemouth akibat gangguan lampu stadion.
Serta 42 menit pada derby Gaza antara Shabab Khan Younis dan Ittihad Khan Younis karena masalah pencahayaan. (gal)
Editor : Ali Mustofa