RADAR KUDUS - Peta persaingan Liga 2 Championship 2025/2026 memasuki fase paling sensitif. Menjelang matchday ke-22, klasemen di dua grup menunjukkan gejala yang sama: tidak ada posisi yang benar-benar aman.
Alih-alih dominasi mutlak, kompetisi justru bergerak dalam jarak poin yang rapat. Situasi ini membuat setiap pertandingan pada 27–29 Maret 2026 berpotensi mengubah struktur klasemen secara drastis hanya dalam satu pekan.
Grup A: Puncak Semu, Ancaman Nyata
Adhyaksa FC memang masih bertengger di posisi teratas dengan 40 poin. Namun, keunggulan itu lebih bersifat administratif ketimbang dominan. Selisih tipis dengan Garudayaksa FC (38 poin) dan Sumsel United (37 poin) membuat persaingan di Grup A sangat cair.
Pertemuan langsung Adhyaksa kontra Sumsel United pekan ini menjadi momen krusial. Jika Adhyaksa terpeleset, bukan hanya posisi puncak yang terancam, tetapi juga momentum yang selama ini mereka bangun.
Di sisi lain, FC Bekasi City (36 poin) masih berada dalam radius persaingan. Artinya, empat tim teratas masih memiliki peluang realistis untuk menggeser satu sama lain.
Sementara itu, tekanan terbesar justru berada di dasar klasemen. Sriwijaya FC, yang baru mengoleksi 2 poin, hampir kehilangan ruang untuk bangkit. Setiap laga kini lebih dekat pada upaya menyelamatkan reputasi daripada mengejar posisi.
Baca Juga: Liga 2 is Back! Persipura, PSS, dan PSIS di Persimpangan Nasib
Grup B: Puncak Rawan, Zona Tengah Membara
Berbeda dengan Grup A, ketegangan di Grup B lebih terasa di papan atas. PSS Sleman memimpin dengan 45 poin, tetapi belum bisa bernapas lega.
Barito Putera (41 poin) dan Kendal Tornado FC (40 poin) terus menempel. Bahkan Persipura Jayapura, yang juga mengoleksi 40 poin, masih menjadi ancaman langsung.
Dalam konteks ini, posisi PSS bisa berubah hanya dalam satu pertandingan. Laga melawan Kendal Tornado berpotensi menjadi titik balik: menang berarti memperlebar jarak, kalah berarti membuka pintu perebutan puncak secara terbuka.
Persipura: Terjebak di Zona Abu-Abu
Tidak seperti tim lain di papan atas, Persipura Jayapura berada di posisi yang lebih kompleks. Dengan 40 poin, mereka masih berada dalam jalur promosi, tetapi tidak memiliki margin kesalahan.
Posisi keempat membuat Persipura harus bergantung pada hasil tim lain. Kemenangan saja tidak cukup—mereka juga membutuhkan pesaing di atasnya terpeleset.
Situasi ini menciptakan tekanan ganda: menjaga konsistensi sekaligus berharap hasil eksternal berpihak.
Baca Juga: Statistik Persipura vs Deltras FC, Lengkap dengan Klasemen dan Jadwal Laga
Zona Tengah dan Bawah: Persaingan yang Tak Kalah Ketat
Di luar perebutan puncak, pertarungan di papan tengah dan bawah juga tak kalah sengit. Tim seperti Persela Lamongan dan Deltras FC masih berpeluang naik, tetapi inkonsistensi menjadi penghambat utama.
Sementara itu, zona degradasi diisi tim-tim yang mulai kehabisan waktu. Setiap poin kini bernilai lebih mahal dibandingkan putaran awal.
Jadwal yang Bisa Mengubah Segalanya
Matchday ke-22 bukan sekadar lanjutan kompetisi, melainkan titik kritis yang berpotensi merombak klasemen:
-
Adhyaksa FC vs Sumsel United → duel langsung perebutan puncak Grup A
-
Kendal Tornado FC vs PSS Sleman → penentu stabilitas puncak Grup B
-
Persipura vs Deltras → ujian konsistensi tim papan atas
Dengan komposisi poin yang rapat, hasil satu pertandingan saja bisa menggeser posisi hingga dua tingkat sekaligus.
Liga 2 Masuk Fase Tanpa Ruang Aman
Klasemen Liga 2 saat ini menggambarkan kompetisi yang belum menemukan bentuk final. Tidak ada dominasi absolut, tidak ada jarak nyaman.
Tim pemuncak belum tentu bertahan, dan tim di bawah masih punya peluang membalikkan keadaan.
Di fase seperti ini, bukan hanya kualitas yang menentukan, tetapi juga ketahanan mental dan konsistensi. Matchday ke-22 akan menjadi penentu awal: siapa yang stabil, dan siapa yang mulai kehilangan arah.
Editor : Mahendra Aditya