RADAR KUDUS - Persipura Jayapura tidak punya banyak waktu untuk beradaptasi setelah libur panjang Idulfitri 1447 Hijriah.
Tim berjuluk Mutiara Hitam itu langsung kembali ke lapangan latihan dengan satu misi utama: bangkit dan mengamankan poin maksimal di sisa kompetisi.
Latihan perdana digelar di Stadion Mandala, menjadi titik awal konsolidasi tim sebelum menghadapi laga penting lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026.
Namun, bukan sekadar latihan biasa. Sesi ini menjadi simbol restart bagi tim yang tengah berupaya keluar dari tekanan hasil kurang maksimal di laga tandang sebelumnya.
Tanpa Dua Pemain, Kedalaman Skuad Diuji
Dalam sesi tersebut, hampir seluruh pemain hadir. Namun absennya dua nama penting menjadi sorotan:
- Reno Salampessy (izin sakit)
- Victor Mansaray (masih di Jakarta, dalam perjalanan kembali)
Meski kehilangan dua pemain ini, tim pelatih tak melihatnya sebagai hambatan besar.
Justru, situasi ini menjadi ajang menguji kedalaman skuad serta kesiapan pemain pelapis.
Asisten pelatih Regi Aditya Yonathan Hutapea menegaskan bahwa kondisi tim secara umum tetap positif.
“Pemain kembali dengan kondisi lebih segar setelah libur. Ini penting karena mereka sempat menjalani pemusatan latihan cukup panjang,” ujarnya.
Libur Lebaran: Bukan Sekadar Istirahat, Tapi Reset Mental
Satu hal yang menarik dari perspektif tim pelatih adalah bagaimana libur Lebaran dipandang sebagai bagian dari strategi pemulihan, bukan sekadar jeda kompetisi.
Selama hampir sebulan menjalani pemusatan latihan di Bogor, para pemain berada dalam tekanan fisik dan mental yang tinggi. Kepulangan ke rumah masing-masing memberi ruang bagi pemain untuk:
- Memulihkan kondisi fisik
- Menyegarkan mental
- Mengembalikan motivasi
Dalam sepak bola modern, aspek psikologis sering kali menjadi pembeda antara tim yang bertahan dan yang bangkit.
Atmosfer Latihan: Santai Tapi Sarat Tekanan
Pantauan di lapangan menunjukkan suasana latihan berlangsung cukup cair.
Para pemain terlihat menikmati sesi latihan, namun tetap menjaga intensitas.
Kondisi ini mencerminkan keseimbangan yang coba dibangun tim pelatih: tidak membebani pemain secara berlebihan, tetapi tetap menjaga fokus menghadapi pertandingan.
Laga kandang melawan Deltras FC Sidoarjo di Stadion Lukas Enembe bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah ujian awal dari target besar yang dicanangkan manajemen.
Target Besar: Sapu Bersih Laga Kandang
Ketua umum Persipura, Benhur Tomi Mano, telah memberikan instruksi yang sangat jelas: sapu bersih seluruh laga kandang.
Target ini bukan tanpa alasan. Posisi tim di klasemen belum sepenuhnya aman, dan laga kandang menjadi peluang terbaik untuk mengumpulkan poin.
“Setiap pertandingan adalah final. Kita butuh poin dan harus fokus ke depan,” tegasnya.
Pernyataan ini mencerminkan tekanan sekaligus harapan besar terhadap tim.
Kembalinya Pemain Senior Jadi Energi Tambahan
Kabar positif datang dari kembalinya Ian Louis Kabes ke dalam skuad. Kehadirannya memberikan dimensi berbeda, terutama dari sisi pengalaman dan kepemimpinan di lapangan.
Ia kembali bergabung bersama legenda klub Boaz Solossa, yang masih menjadi figur sentral di tim.
Kombinasi pemain senior dan pemain muda menjadi salah satu kunci Persipura untuk menjaga keseimbangan permainan.
Laga Kandang: Lebih dari Sekadar Tiga Poin
Bermain di kandang sendiri selalu membawa ekspektasi lebih.
Dukungan suporter, familiaritas lapangan, hingga faktor perjalanan menjadi keuntungan yang harus dimaksimalkan.
Namun di sisi lain, tekanan juga meningkat. Ekspektasi tinggi dari publik Papua membuat setiap pertandingan kandang terasa seperti final.
Bagi Persipura, laga melawan Deltras bukan hanya soal hasil, tetapi juga tentang:
- Mengembalikan kepercayaan diri tim
- Menjaga peluang di klasemen
- Menunjukkan identitas permainan
Sepak Bola Bukan Hanya Soal Taktik
Salah satu poin penting yang disampaikan tim pelatih adalah bahwa sepak bola tidak hanya berbicara soal strategi dan fisik.
Ada faktor lain yang tak kalah penting:
- Mentalitas pemain
- Kekompakan tim
- Motivasi kolektif
Dalam situasi seperti sekarang, faktor-faktor ini justru menjadi penentu utama.
Ujian Sesungguhnya Dimulai Sekarang
Dengan jadwal pertandingan yang semakin padat dan tekanan klasemen yang meningkat, Persipura memasuki fase krusial musim ini.
Latihan perdana setelah libur bukan hanya rutinitas, tetapi menjadi fondasi untuk menentukan arah perjalanan tim ke depan.
Tanpa dua pemain sekalipun, Persipura tetap harus tampil solid.
Karena dalam kompetisi panjang, yang menentukan bukan hanya siapa yang bermain, tetapi siapa yang paling siap.
Persipura kini berada di persimpangan penting. Momentum sudah di depan mata, tetapi juga bisa hilang jika tidak dimanfaatkan dengan baik.
Laga kandang mendatang akan menjadi indikator: apakah tim ini benar-benar siap bangkit, atau justru kembali terjebak dalam inkonsistensi.
Satu hal yang pasti, tekanan sudah dimulai bahkan sejak sesi latihan pertama.
Editor : Mahendra Aditya