58 Nama Pemain Asing Liga 2, Brasil Mendominasi, Sriwijaya Datangkan Pemain Asal Inggris

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Kamis, 12 Februari 2026 | 18:45 WIB

 

Kebersamaan pemain PSIS Semarang, Beto dan Otavio Dutra
Kebersamaan pemain PSIS Semarang, Beto dan Otavio Dutra

RADAR KUDUS - Bursa transfer paruh musim Liga 2 Championship 2025/2026 resmi ditutup. Namun yang tertinggal bukan sekadar transaksi, melainkan pergeseran arah kompetisi. Dari 20 klub peserta, tercatat 58 pemain asing resmi didaftarkan melalui sistem iLeague untuk putaran ketiga.

Angka ini bukan hanya statistik. Ia mencerminkan bagaimana Liga 2 tak lagi diposisikan sebagai liga pengembangan semata, melainkan arena kompetitif yang menuntut hasil instan.

Klub-klub kini berpikir global, memilih pemain dari berbagai benua untuk mengamankan target jangka pendek: bertahan atau promosi.

Baca Juga: Jadwal PSIS Semarang vs Persela Lamongan, Target Realistis Laskar Mahesa Jenar di Jatidiri


Brasil Masih Tak Tergoyahkan

Satu fakta mencolok dari daftar pemain asing Liga 2 musim ini: Brasil mendominasi hampir di semua lini. Dari bek hingga penyerang, pemain asal Negeri Samba menjadi pilihan utama mayoritas klub.

Dua tim bahkan mengambil pendekatan ekstrem. Persiku Kudus dan Sumsel United mengisi seluruh slot pemain asing mereka dengan tiga pemain Brasil.

Strategi ini menunjukkan kepercayaan penuh pada karakter pemain Amerika Selatan yang dinilai adaptif, teknis, dan terbiasa dengan tekanan.

Langkah ini juga menandai perubahan filosofi: daripada mencampur banyak gaya, beberapa klub memilih keseragaman karakter demi stabilitas permainan.

Baca Juga: Skandal Oknum Wasit Liga 2 Diduga Jual Istri untuk Pria Lain, Begini Faktanya


Sriwijaya FC: Inggris sebagai Opsi Terakhir

Di tengah dominasi Brasil, satu keputusan tampil berbeda. Sriwijaya FC, klub besar yang terseok di dua putaran awal, akhirnya mendaftarkan pemain asing pertamanya: Zac Tyson, bek asal Inggris.

Keputusan ini bukan tanpa makna. Alih-alih memilih pemain Amerika Selatan seperti mayoritas pesaing, Sriwijaya memilih jalur Eropa—khususnya Inggris—yang identik dengan disiplin, duel fisik, dan organisasi bertahan.

Zac Tyson bukan nama asing di Liga 2. Ia sempat membela Persiraja Banda Aceh pada awal musim dan mencatat delapan penampilan, meski lebih sering memulai dari bangku cadangan.

Namun dari menit terbatas itu, ia tetap menyumbang satu assist sebagai bek tengah—catatan yang jarang bagi pemain bertahan.

Sriwijaya tampaknya tak mencari sensasi, melainkan solusi darurat yang paling masuk akal.


Persipal Palu dan Taruhan Pengalaman

Sementara itu, Persipal Palu mengambil pendekatan berbeda. Mereka merekrut Kenzo Nambu, pemain Jepang yang sebelumnya dilepas Borneo FC.

Langkah ini menggarisbawahi satu hal: pengalaman di sepak bola Indonesia kini menjadi nilai jual tersendiri.

Alih-alih berjudi dengan nama baru, Persipal memilih pemain yang sudah memahami ritme, wasit, dan atmosfer kompetisi lokal.

Dipadukan dengan Alan Hancock (Australia) dan Riku Ichimura (Jepang), Persipal menjadi salah satu tim dengan komposisi asing paling seimbang secara geografis.

Baca Juga: Format Baru Liga 2 Championship 2025–2026, Jadwal, Hasil dan Klasemen Hingga Analisa TIm Promosi dan Degradasi


Asia dan Afrika Ikut Bersuara

Meski Brasil dominan, Liga 2 tak sepenuhnya Amerika Selatan. Beberapa klub mulai membuka ruang bagi pemain Asia dan Afrika.

Deltras FC mengombinasikan Jepang (Yuki Takatoku), Brasil, dan Kamerun. PSMS Medan memasukkan Korea Selatan melalui Kim Jeung-Ho. PSPS Pekanbaru menghadirkan pemain Ghana, sementara FC Bekasi City merekrut penggawa asal Chad dan Kirgistan.

Langkah ini menunjukkan bahwa Liga 2 mulai dilihat sebagai pasar terbuka, bukan hanya persinggahan pemain Brasil.


Daftar Klub dengan Pemain Asing Lengkap (Ringkas)

Beberapa contoh komposisi menarik:

Keberagaman ini memperlihatkan satu pola: Liga 2 kini menjadi laboratorium gaya bermain internasional.


Apakah Pemain Asing Selalu Solusi?

Lonjakan pemain asing di Liga 2 memunculkan pertanyaan klasik: apakah ini solusi atau sekadar jalan pintas?

Dalam konteks putaran ketiga, jawabannya cenderung pragmatis. Klub tidak lagi punya waktu membangun proyek jangka panjang. Targetnya jelas dan sempit. Maka pemain asing diposisikan sebagai alat stabilisasi, bukan proyek pengembangan.

Namun risiko tetap ada. Adaptasi singkat, cedera, atau ketidaksesuaian gaya bisa menjadi bumerang. Di fase kompetisi seketat ini, satu kegagalan transfer bisa berdampak langsung pada klasemen.


Liga 2 Tak Lagi Liga Lokal

Dengan 58 pemain asing dari lebih dari 20 negara, Liga 2 musim ini tak bisa lagi dipandang sebagai liga domestik biasa. Ia telah berubah menjadi kompetisi transisi, tempat klub menguji ambisi dan pemain menguji karier.

Fenomena ini juga memberi sinyal kepada federasi: kualitas Liga 2 terus naik, tetapi perlu keseimbangan agar ruang pemain lokal tidak tergerus.

Daftar pemain asing Liga 2 bukan sekadar daftar nama. Ia adalah cermin ambisi, kecemasan, dan strategi klub-klub Indonesia menghadapi kompetisi yang semakin sempit jalurnya.

Putaran ketiga akan menjadi panggung pembuktian: apakah investasi asing ini tepat sasaran, atau justru menjadi catatan mahal di akhir musim.

Editor : Mahendra Aditya
Liga 2 Championship 2025 2026 daftar pemain asing Liga 2 2026 Rumor Pemain Asing Liga bursa transfer Liga 2 Indonesia pemain asing liga 2 Bursa Transfer Liga 2 Liga 2 Liga 2 Championship