JEPARA – Persijap Jepara akan menghadapi tantangan besar di awal petualangannya di BRI Super League 2025/2026.
Sebagai tim debutan yang baru promosi ke kasta tertinggi sepak bola nasional, Laskar Kalinyamat langsung dihadapkan dengan empat laga awal yang berat.
Berdasarkan jadwal resmi yang dirilis operator liga, kompetisi akan mulai kick-off pada 8 Agustus 2025.
Persijap harus langsung bertandang ke markas PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, pada laga perdana mereka.
Selang sepuluh hari kemudian, tepatnya pada 18 Agustus, giliran juara bertahan Persib Bandung yang akan dijamu di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara.
Tantangan berat belum usai, karena pada 24 Agustus, Persijap kembali harus melakukan lawatan panjang ke Kalimantan untuk menghadapi Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda.
Laga keempat di bulan pembuka akan ditutup dengan menjamu Arema FC pada 30 Agustus, kembali di Gelora Bumi Kartini.
Empat lawan yang akan dihadapi Persijap ini bukan tim sembarangan. PSM, Persib, Borneo FC, dan Arema merupakan tim-tim mapan yang telah lama berkecimpung di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, dan tentu memiliki pengalaman serta kedalaman skuad yang lebih matang.
Sebagai tim promosi dengan materi pemain berlabel menengah, banyak pihak mungkin memandang sebelah mata tim kebanggaan warga Jepara ini.
Namun, strategi cerdas dari pelatih kepala Mario Lemos serta semangat kolektif yang dipimpin oleh kapten Rosalvo Candido Rosa Junior akan menjadi penentu arah langkah Persijap.
Empat laga awal ini dinilai sangat krusial untuk menentukan ritme dan kepercayaan diri tim selama musim berjalan.
Jika mampu mencuri poin dari pertandingan-pertandingan sulit ini, peluang Persijap untuk bertahan dan bersaing di Super League akan terbuka lebar. (aua)
Editor : Mahendra Aditya