REMBANG – Pendaftaran peserta Thong-Thong Lek 2026 langsung disambut antusias.
Dalam dua jam sejak dibuka, tercatat sudah 13 kelompok mendaftar melalui tautan online.
Para peserta berasal dari sejumlah kecamatan, seperti Rembang, Kaliori, hingga Pamotan. Pendaftaran masih dibuka sampai 7 Februari mendatang.
Baca Juga: Polres Blora Periksa 6 Saksi Kasus Perusakan Jalan Cor Baru di Jepon, Mulai Warga hingga Kades
Beberapa kelompok yang telah mendaftar berasal dari wilayah Kaliori, Lasem, dan Pamotan, dengan jumlah terbanyak dari Kecamatan Rembang Kota.
Panitia berharap perwakilan dari 10 kecamatan lainnya juga ikut berpartisipasi, meskipun jumlah peserta yang diterima terbatas.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang, Prapto Raharjo, melalui Subkoordinator Pengembangan Kebudayaan dan Kesenian Tradisional, Esty, menjelaskan bahwa masa pendaftaran diberikan selama satu pekan.
Sejak dibuka resmi pada Minggu (1/3) pukul 09.00 WIB, dalam waktu sekitar dua jam sudah ada 13 kelompok yang mendaftarkan diri.
“Kouta peserta terbatas. Dari total kebutuhan, masih kurang sekitar 12 pendaftar lagi,” ujar Esty kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (1/3).
Menurut Esty, minat peserta pada tahun 2026 terlihat meningkat dibanding sebelumnya.
Hal ini tampak dari respons masyarakat sejak pamflet “coming soon” diumumkan, yang mendapat sambutan luar biasa.
Baca Juga: Korps Garda Revolusi Islam Iran Klaim Serang Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln
Panitia berharap penyelenggaraan tahun ini dapat menghadirkan konsep yang lebih menarik.
Untuk tahun ini, Thong-Thong Lek mengusung tema jadul era 1970 hingga 1990-an. Nuansa tersebut akan diterapkan pada dekorasi panggung, lokasi acara, hingga desain yang bernuansa klasik.
Bahkan, kostum peserta yang biasanya berupa kaos juga akan disesuaikan agar tampil lebih menarik.
Setelah masa pendaftaran ditutup, panitia akan menggelar pertemuan teknis sekaligus melakukan verifikasi persyaratan administrasi.
Seluruh peserta diwajibkan merupakan warga Kabupaten Rembang yang dibuktikan dengan identitas KTP atau Kartu Keluarga.
Baca Juga: Tanah Ambles Setiap Hari, Warga Kaliori Rembang Hidup dalam KekhawatiranBaca Juga: Tanah Ambles Setiap Hari, Warga Kaliori Rembang Hidup dalam Kekhawatiran
Pelaksanaan acara nantinya akan berlangsung dengan konsep arak-arakan keliling dan langsung dilanjutkan dengan babak final pada hari yang sama melalui penilaian dewan juri, sebagaimana pelaksanaan tahun sebelumnya. Panggung kehormatan akan ditempatkan di garis start.
Peserta akan tampil di panggung utama sebelum melanjutkan rute perjalanan dari perempatan Zaeni, menuju Jalan Kartini, Jalan Pemuda, dan berakhir di Gedung Haji sebagai titik finish.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Dinbudpar mengimbau seluruh pihak untuk menjaga kebersihan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung, baik bagi peserta maupun penonton.
Ketertiban kendaraan serta kelancaran jalannya acara juga menjadi perhatian khusus panitia dari tahun ke tahun. (noe)
Editor : Ali Mustofa