REMBANG – Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Rembang bersama Sekretaris Daerah (Sekda) melakukan peninjauan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di dua lokasi berbeda, yakni di Lasem dan Sluke.
Dalam kunjungan ini, rombongan melihat langsung proses penyajian makanan bergizi dari dapur hingga pendistribusian kepada anak-anak.
Sejumlah siswa tampak menikmati sajian, meskipun tidak ada susu dalam menu hari itu, yang digantikan dengan pisang.
Baca Juga: Berpamitan ke Jajaran Pemkab Rembang, Abdul Hafidz Beri Pesan kepada Bupati Terpilih, Apa Itu?
Bahkan, beberapa anak memilih menyantap makanan mereka dengan tangan alias "muluk" setelah mencuci tangan.
Tinjauan ke Lasem dan Sluke
Kunjungan pertama rombongan Forkompimda dilakukan di SPPG Lasem, yang berlokasi di Pondok Pesantren Raudlotut Tholabah.
Mereka disambut oleh pimpinan yayasan, H. Muntari, serta Kepala SPPG, Sri Gati Widi Astutik. Setelah meninjau dapur sehat yang menjadi pusat pengolahan makanan, mereka melanjutkan kunjungan ke SDN Sumbergirang.
Di sana, Forkompimda menyempatkan diri berinteraksi dengan para siswa, menanyakan menu yang mereka santap, serta mengingatkan agar makanan yang telah disediakan dihabiskan.
Sebelum beranjak, anak-anak secara serempak mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas program makan bergizi gratis ini.
Perjalanan berlanjut ke SPPG kedua yang berada di Dukuh Tawangrejo, Desa Pangkalan, Kecamatan Sluke. Rombongan disambut oleh pimpinan Yayasan Manbaul Hikam, H. Taslim, serta Kepala SPPG, Aprilia Qoulan Syakila.
Mereka kembali melakukan peninjauan terhadap dapur sehat dan distribusi makanan bergizi ke siswa SMPN Sluke.
Secara keseluruhan, pelaksanaan program ini dinilai berjalan dengan baik pada hari kedua.
Kualitas Makanan dan SOP yang Terjaga
Bupati Rembang, Abdul Hafidz, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, standar yang diterapkan dalam penyajian makanan sudah memenuhi berbagai aspek, mulai dari kualitas makanan, sarana dan prasarana, hingga standar operasional prosedur (SOP) yang ketat.
"Setiap orang yang masuk ke ruangan dapur harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Tidak boleh sembarangan," ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa proses distribusi makanan dilakukan dengan kendaraan khusus yang dilengkapi pelindung agar tetap higienis dan tidak terkontaminasi debu maupun kotoran.
Di SDN Sumbergirang, Bupati Hafidz menyoroti bahwa menu yang diberikan kepada siswa sudah cukup bervariasi dan memenuhi prinsip 4 sehat 5 sempurna.
"Mereka mendapat lauk telur, sayuran, tahu, dan tempe. Menu ini juga disajikan di Sluke dengan sedikit variasi," tambahnya.
SPPG di Rembang dan Kapasitas Produksi
Sementara itu, Dandim Letkol Inf Yudhi Yahya mengungkapkan bahwa saat ini terdapat dua SPPG yang beroperasi di Kabupaten Rembang, yakni di Lasem dan Sluke.
"SPPG pertama dikelola oleh Pondok Pesantren Raudlotut Tholabah di Desa Sumbergirang, sementara yang kedua dikelola oleh Yayasan Manbaul Hikam di Desa Pangkalan," jelasnya.
Kapasitas produksi maksimal dari satu dapur sehat mencapai 3.500 porsi makanan per hari.
Namun, hingga saat ini, SPPG Pangkalan baru mampu memproduksi sekitar 1.485 porsi, sementara SPPG Sumbergirang menghasilkan 897 porsi. Rencananya, kapasitas produksi ini akan ditingkatkan secara bertahap.
Antusiasme Siswa dan Evaluasi Pelaksanaan
Kunjungan diakhiri dengan peninjauan ke SMPN 1 Sluke. Di ruang kelas, para siswa tampak sudah siap menyantap makanan yang telah disiapkan. Sebelum mulai makan, mereka terlebih dahulu berdoa bersama.
Menu yang disajikan pada hari itu terdiri dari sayur, tempe, serta lauk crispy, sementara susu yang biasanya diberikan diganti dengan pisang.
Kepala SMPN 1 Sluke, Wartubi, melaporkan bahwa pelaksanaan program MBG pada hari kedua berjalan lancar sesuai dengan yang direncanakan.
Pihak sekolah juga telah menginformasikan kepada para siswa agar membawa perlengkapan makan sendiri seperti sendok, garpu, dan botol minum guna mengurangi penggunaan alat sekali pakai.
"Jumlah siswa yang menerima MBG di sekolah ini ada 437 orang. Program ini diberikan setiap hari Senin hingga Jumat.
Beberapa hal kecil yang menjadi catatan, seperti perlengkapan makan, sudah kami sosialisasikan kepada siswa," tuturnya.
Dengan evaluasi yang terus dilakukan, program makan bergizi gratis di Kabupaten Rembang diharapkan dapat terus berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi para siswa. (noe)
Editor : Mahendra Aditya