REMBANG - Ikatan Guru Indonesia (IGI) Rembang melaksanakan seminar tentang pembelajaran mendalam kemarin.
Wakil Bupati Rembang Muhammad Hanies Cholil Barro mewanti-wanti agar para guru tidak kalah dengan artificial intelligence (AI).
Seminar tersebut dilaksanakan di Lantai 4 Setda Rembang.
Danang Hidayatullah, Ketua Umum IGI menyampaikan, guru-guru yang maju merupakan guru yang bisa bergerak, menggerakkan, dan berdampak.
Ia berharap IGI mampu menjadi organisasi yang informatif dan adaptif. Selain itu juga dapat bersinergi dengan organisasi lain.
“Kami tidak bisa berjalan sendirian,” katanya.
Ia menyampaikan, pembelajaran mendalam merupakan bagian dari pendekatan dan strategi dalam pembelajaran.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Rembang Sutrisno menyampaikan, di Rembang memang terdapat beberapa organisasi profesi guru.
Ia berharap, IGI juga bisa menjadi profesional dalam bekerja. Bagi Sutrisno, guru profesional perlu memiliki dan meningkatkan kompetensi.
Selain itu guru profesional juga selalu meningkatkan kinerja dan kedisiplinan.
Wakil Bupati Rembang Muhammad Hanies Cholil Barro mengapresiasi terkait konsep seminar pendidikan pembelajaran mendalam, menurutnya, konsep ini relevan dalam membentuk generasi yang lebih unggul dan berkarakter.
“Masa depan anak-anak kota ini lebih kompleks. Indikasi ke sana sudah mulai terlihat,” katanya.
Hanies juga mewanti-wanti agar guru update terkait teknologi dan informasi.
“Jangan sampai terjadi AI lebih pintar daripada guru. Paling tidak berjalan beriringan dengan teknologi. Jangan gaptek,” imbuhnya. (vah/ali)
Editor : Ali Mustofa