REMBANG – Kabar tentang hadirnya pabrik sepatu dan tas baru di kawasan industri Pasar Banggi, Rembang, semakin santer terdengar.
Hal ini dikonfirmasi oleh Pemerintah Desa (Pemdes) setempat, yang menyebut bahwa investor dari Korea telah menunjukkan minat serius untuk mendirikan pabrik di wilayah tersebut.
"Awal pekan lalu kami menerima kunjungan tamu dari Korea. Mereka berencana mendirikan pabrik sepatu baru dan sedang mencari lahan yang cocok," ujar Kepala Desa Pasar Banggi, Rasno, saat dikonfirmasi oleh Jawa Pos Radar Kudus.
Rasno menegaskan, pabrik yang akan dibangun tersebut berbeda dengan pabrik sepatu yang sudah berdiri di kawasan Sridadi-Pasar Banggi.
Meskipun bergerak di bidang yang sama, kedua perusahaan berasal dari investor yang berbeda.
Menurut informasi yang diterima Pemdes Pasar Banggi, pabrik baru ini diproyeksikan akan membuka 3.000 hingga 4.000 lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
"Jika tidak ada perubahan, survei lokasi akan dilakukan pada akhir Desember mendatang," imbuh Rasno.
Desa Pasar Banggi dinilai strategis oleh para calon investor, mengingat lokasinya yang dekat dengan jalur Pantura dan masuk dalam kawasan industri Rembang kota.
Rasno menambahkan, minat investor terhadap wilayah ini terus meningkat, termasuk untuk sektor industri lain seperti pabrik tas.
Meski ada kabar batalnya investasi dari Amerika untuk pembangunan pabrik tambahan, peluang lain langsung muncul.
"Ketika investor Amerika membatalkan, langsung ada penggantinya, yakni pabrik tas baru dengan luas sekitar 12 hektare. Jumat ini dijadwalkan dilakukan pembayaran uang muka lahan," jelas Rasno.
Kehadiran pabrik-pabrik baru di kawasan Pasar Banggi diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal.
Dengan ribuan lapangan kerja yang akan tercipta, masyarakat sekitar diproyeksikan dapat menikmati dampak positif dari investasi ini, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Dengan rencana survei lokasi dan progres pembayaran lahan yang terus berjalan, pengembangan kawasan industri di Pasar Banggi menjadi bukti bahwa Rembang terus berbenah dan menarik minat investor internasional. (noe/ali)
Editor : Abdul Rokhim