REMBANG – Kantor Pelayanan Desa Bonang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, menjadi sasaran pencurian.
Dalam kejadian tersebut, dua unit laptop dan uang tunai sebesar Rp70 ribu dilaporkan hilang.
Aksi pelaku terekam kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di lingkungan kantor desa.
Kasus pembobolan kantor pemerintahan desa itu menjadi perbincangan setelah rekaman CCTV beredar di media sosial.
Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria membawa tas ransel diduga beraksi di sekitar lokasi kejadian pada malam hingga dini hari.
Kepolisian kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku dan menelusuri peristiwa pencurian tersebut.
Dua potongan rekaman CCTV memperlihatkan aktivitas seorang pria yang diduga berkaitan dengan pencurian di kantor Desa Bonang.
Dalam video pertama berdurasi sekitar sembilan detik, terlihat seorang pria mengenakan hoodie, celana panjang, sandal, dan masker.
Ia juga membawa tas ransel saat berjalan di sekitar area kantor desa.
Sementara itu, rekaman kedua dengan durasi sekitar satu menit 29 detik memperlihatkan pria tersebut diduga mengambil laptop dari dalam kantor.
Barang tersebut kemudian dimasukkan ke dalam tas yang dibawanya.
Dalam rekaman itu, pria tersebut juga terlihat mengangkat kursi dan meletakkannya di atas meja. Ia kemudian diduga memanjat ke bagian atap untuk keluar dari bangunan.
Meski rekaman tersebut telah beredar luas, polisi masih mendalami kejadian untuk memastikan kronologi serta mengidentifikasi orang yang terlibat.
Kapolsek Lasem AKP Moh. Safi’i Karim membenarkan adanya laporan dugaan pencurian di Kantor Pelayanan Desa Bonang.
Lokasi kejadian berada di ruang kantor pelayanan desa, RT 02 RW 01, Kecamatan Lasem.
Ia menjelaskan, peristiwa tersebut diketahui pada Selasa (13/10/2026) dan dilaporkan kepada kepolisian pada hari yang sama.
”Benar ada dugaan tindak pidana pencurian di Balai Desa Bonang. Kejadian Selasa 13 Oktober sekitar pukul 01.00 WIB dan dilaporkan hari yang sama,” katanya, Senin (13/10)
Berdasarkan laporan yang diterima, kejadian pertama kali diketahui oleh seorang perangkat desa sekitar pukul 08.00 WIB.
Saat tiba di kantor untuk memulai aktivitas, pelapor mendapati gembok pintu utama sudah tergeletak di lantai.
Curiga dengan kondisi tersebut, pelapor kemudian masuk ke dalam ruangan dan memeriksa barang-barang yang ada di kantor.
Saat diperiksa, laptop merek Lenovo berwarna hitam yang sebelumnya berada di atas meja ternyata sudah tidak ditemukan.
Pelapor selanjutnya mengecek ruangan Penjabat (Pj) Kepala Desa. Kondisi ruangan tersebut terlihat berantakan.
Laptop merek Compaq 420 berwarna hitam yang tersimpan di atas meja juga telah hilang.
Tak hanya perangkat elektronik, uang tunai sebesar Rp70 ribu yang disimpan di dalam amplop pada laci turut raib.
Setelah mengetahui kejadian itu, pelapor menghubungi perangkat desa lainnya untuk datang ke kantor dan membantu memastikan barang-barang yang hilang.
Akibat kejadian tersebut, Pemerintah Desa Bonang diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp9.070.000.
Kerugian itu berasal dari dua laptop yang hilang, yakni satu unit Lenovo berwarna hitam dan satu unit Compaq 420 berwarna hitam, serta uang tunai sebesar Rp70 ribu.
”Kerugian 2 (dua) buah Laptop : 1 Lenovo Hitam & 1 Compaq 420 Hitam. Uang tunai dalam amplop: Rp 70.000. Total Kerugian ditaksir: Rp 9.070.000,- (sembilan juta tujuh puluh ribu rupiah),” katanya
Kapolsek Lasem menjelaskan, berdasarkan dugaan sementara, pelaku masuk melalui pintu utama dengan cara merusak gembok.
Setelah berhasil masuk, pelaku diduga mengambil kedua laptop dan uang tunai yang berada di dalam kantor.
Meski demikian, kepolisian masih mengumpulkan keterangan dan bukti untuk memastikan bagaimana pelaku menjalankan aksinya.
Polsek Lasem saat ini masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan informasi dan data dari lokasi kejadian.
Rekaman CCTV menjadi salah satu petunjuk yang dapat membantu proses pengungkapan kasus.
Polisi juga perlu mendalami identitas orang yang terekam kamera pengawas serta menelusuri keberadaan barang-barang yang dilaporkan hilang.
Kasus ini menjadi perhatian bagi pemerintah desa untuk meningkatkan keamanan kantor, terutama di luar jam pelayanan.
Pengamanan pintu, pemeriksaan kondisi bangunan, serta pemantauan kamera CCTV diharapkan dapat membantu mencegah kejadian serupa.
Hingga kini, kasus dugaan pencurian di Kantor Desa Bonang masih dalam penanganan kepolisian. (noe)
Editor : Ali Mustofa