Bupati Rembang Tinjau Rest Area Binangun, Penataan Kawasan Pantai Disiapkan

Ali Mustofa • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 10:30 WIB
DITINJAU: Bupati Rembang, Harno meninjau rest area Binangun, Lasem dengan view laut lepas, kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
DITINJAU: Bupati Rembang, Harno meninjau rest area Binangun, Lasem dengan view laut lepas, kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang berencana membenahi kawasan Rest Area Binangun di Kecamatan Lasem untuk mengoptimalkan potensi wisata pantai. 

Penataan tersebut diarahkan untuk menghadirkan lingkungan yang lebih nyaman, membuka akses menuju area dengan pemandangan laut, sekaligus menarik lebih banyak wisatawan untuk singgah.

Bupati Rembang Harno meninjau langsung kawasan tersebut bersama Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang, Isti Choma Wati, beserta tim.

Dalam kunjungan itu, rombongan memeriksa sejumlah fasilitas, termasuk gazebo di sisi selatan, kemudian menyusuri kawasan hingga bagian utara yang direncanakan menjadi akses baru.

Harno menilai sejumlah bagian rest area masih membutuhkan pembenahan agar potensi panorama lautnya dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Penataan direncanakan mencakup area dari sisi selatan hingga utara sehingga kawasan tersebut lebih menarik bagi pengunjung.

“Ada tempat-tempat yang harus ditata. Ke depan, mulai selatan sampai utara berusaha akan ditata agar bisa menarik kunjungan,” ungkap Harno saat memberikan keterangan di lokasi.

Penataan Rest Area Binangun diharapkan menjadi alternatif tempat singgah bagi masyarakat yang melakukan perjalanan di sepanjang wilayah pesisir Rembang.

Pengendara yang melintas dari Kaliori hingga Sarang nantinya dapat beristirahat sambil menikmati pemandangan laut tanpa harus mencari lokasi wisata yang jauh dari jalur perjalanan.

Selain menawarkan tempat beristirahat, kawasan tersebut diharapkan berkembang menjadi lokasi bersantai dengan panorama laut, termasuk pemandangan matahari terbenam atau sunset.

Harno menyebut desain penataan sudah mulai disiapkan. Setelah Detail Engineering Design (DED) selesai, hasil perencanaan akan dipaparkan, termasuk gambaran kebutuhan anggaran untuk pembangunan.

Pemerintah daerah menargetkan penyusunan DED dapat diselesaikan hingga akhir tahun.

Apabila tahapan tersebut berjalan sesuai rencana, penganggaran untuk kebutuhan pembangunan akan diupayakan pada tahun berikutnya.

Harno mengakui kawasan Binangun selama beberapa tahun terakhir belum mendapatkan pembenahan yang memadai.

Karena itu, perbaikan tidak hanya berfokus pada daya tarik wisata, tetapi juga mencakup kebersihan, pengawasan, dan penataan lingkungan.

Menurutnya, panorama laut yang dimiliki Binangun merupakan potensi yang perlu dikembangkan.

Setelah desain selesai, pemerintah daerah juga berencana menyosialisasikan rencana tersebut kepada pemerintah desa dan masyarakat agar penataan dapat dilakukan bersama-sama.

Plt. Kepala Dinbudpar Rembang, Isti Choma Wati, membenarkan bahwa Rest Area Binangun masuk dalam rencana penataan.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah membuka akses di bagian utara agar pengendara lebih mudah melihat kawasan wisata dan tertarik untuk berhenti.

Isti menjelaskan, pihaknya telah meminta arahan Bupati Rembang terkait rencana pembenahan tersebut.

Perhatian khusus diberikan pada area utara yang memiliki pemandangan laut menuju matahari terbenam.

Ia tidak menampik bahwa potensi kawasan Binangun belum dimanfaatkan secara optimal dalam beberapa tahun terakhir.

Karena itu, pembenahan akan dilakukan dengan memaksimalkan fasilitas yang sudah tersedia, termasuk gedung dan area parkir.

Salah satu kendala yang ditemukan adalah keterbatasan sumber air. Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah daerah merencanakan pengeboran sumur agar kebutuhan air di kawasan rest area dapat terpenuhi.

Selain itu, penataan tempat parkir juga menjadi perhatian. Area parkir direncanakan diperbaiki agar lebih mendukung arus kendaraan dan memudahkan pengunjung mengakses kawasan wisata.

Di sisi selatan Rest Area Binangun, pembangunan talud atau struktur penahan menjadi salah satu pekerjaan yang diprioritaskan.

Langkah ini diperlukan untuk mengantisipasi dampak abrasi yang berpotensi menggerus kawasan di sekitar jalan.

Isti menjelaskan, apabila kondisi tersebut terus dibiarkan, jalan di area selatan dikhawatirkan semakin tergerus.

Karena itu, pembangunan talud diperlukan sebagai bagian dari upaya melindungi kawasan dan menunjang keberlanjutan akses.

Pembenahan juga mencakup pemanfaatan gedung-gedung yang selama ini belum digunakan secara maksimal.

Salah satunya adalah bangunan di sisi barat yang direncanakan menjadi tempat penjualan oleh-oleh khas Rembang.

Dengan adanya fasilitas tersebut, pengunjung diharapkan tidak hanya menikmati panorama pantai, tetapi juga memiliki pilihan untuk membeli produk lokal sebelum melanjutkan perjalanan.

Pemerintah Kabupaten Rembang berharap penataan Rest Area Binangun dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat sekitar, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Jika akses wisata, tempat parkir, fasilitas air, serta bangunan pendukung dapat dioptimalkan, kawasan tersebut berpeluang menjadi tempat singgah yang menawarkan beragam aktivitas.

Pengunjung bisa menikmati pemandangan laut, mencicipi kuliner lokal, hingga membeli oleh-oleh khas daerah.

Pemerintah juga membuka kemungkinan pengembangan panggung untuk mendukung penyelenggaraan acara atau kegiatan tertentu di kawasan tersebut.

Melalui penataan secara bertahap, Rest Area Binangun diharapkan tidak sekadar menjadi tempat berhenti bagi pengendara, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata pesisir yang mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Meski demikian, realisasi pembangunan masih menunggu penyelesaian DED dan kepastian anggaran.

Pemerintah daerah berharap rencana pembenahan tersebut dapat segera berlanjut ke tahap pelaksanaan sehingga potensi wisata Binangun dapat dimanfaatkan dengan lebih baik. (noe)

Editor : Ali Mustofa
rest wisata binangun pemkab rembang wilayah pesisir wisata pantai wisatawan