Wagub Jateng Dukung Penuh Agenda Lima Tahun IGI

Ali Mahmudi • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 16:40 WIB
SALING DUKUNG: Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menerima kunjungan Pengurus IGI Jawa Tengah, Kamis (8/10).
SALING DUKUNG: Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menerima kunjungan Pengurus IGI Jawa Tengah, Kamis (8/10).

 

SEMARANG – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen menyatakan dukungan penuh terhadap agenda Ikatan Guru Indonesia (IGI) Jateng 2026-2031. Dukungan itu disampaikan saat menerima pengurus IGI Jateng di ruang pertemuan Wagub, lantai 2, Kamis (8/10).

Hadir Ketua IGI Jateng Imron Wijaya, Sekretaris Wilayah Sri Sugianto, Ketua IGI Demak Darto, Pengurus Wilayah M. Yusuf Hasyim, dan Dewan Pembina Wilayah Lukman Muhajir. Dari Pemprov Jateng hadir Rio Bahari dari Badan Kesbangpol dan Shodikin dari Dinas Pendidikan.

Pertemuan membahas tindak lanjut Musyawarah Wilayah dan Rapat Kerja Wilayah (Muswil-Rakerwil) IGI Jateng 2026, penyerahan SK Ketua Dewan Pembina Wilayah, serta program lima tahun ke depan.

Taj Yasin, yang didaulat menjadi Ketua Dewan Pembina Wilayah IGI Jateng, mengapresiasi peran IGI dalam meningkatkan kompetensi guru.

“Agenda IGI Jateng tentang kesehatan mental dan coaching sangat dibutuhkan guru. Pemprov mendukung penuh. Kami akan melibatkan dokter sebagai pengisi webinar IGI dan menugaskan coach-mentor sektor publik bersertifikat milik Pemprov,” kata Taj Yasin.

Imron Wijaya menyebut gagasan Wagub sejalan dengan hasil Rakerwil. Menurut dia, IGI Jateng memiliki coach bersertifikat. Sebagian bahkan sudah lulus pelatihan coach dan mentor sektor publik dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI.

“Coaching bagi guru yang dipadukan dengan nilai-nilai kebangsaan bermanfaat untuk pengembangan kompetensi berkelanjutan. Tujuannya menyiapkan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Imron, doktor lulusan Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Muswil III IGI Jateng menetapkan lima pilar strategis. Pertama, digitalisasi berbasis artificial intelligence (AI). Guru didorong cakap memanfaatkan AI untuk merancang kurikulum dan konten edukasi modern.

Kedua, perlindungan profesi. IGI akan membentuk Posko Bantuan Hukum Guru (PBHG). IGI juga mendorong nota kesepahaman (MoU) empat pilar antara Dinas Pendidikan, kepolisian, kejaksaan, dan IGI. Lewat pendekatan restorative justice, kriminalisasi guru diharapkan bisa dihentikan.

Ketiga, kesejahteraan. IGI mendorong guru honorer yang lulus passing grade diangkat menjadi ASN PPPK tanpa birokrasi berbelit. Guru non-ASN juga diharapkan menerima insentif minimal setara upah minimum kabupaten/kota (UMK).

Keempat, kesehatan mental. IGI menjalankan program mental health dan coaching bagi guru.

Kelima, transformasi kompetensi. IGI memfasilitasi digitalisasi pembelajaran secara berkelanjutan.

Dengan 10.700 anggota, IGI Jateng menargetkan percepatan pembentukan 35 pengurus daerah (PD) se-Jateng. Tujuannya mewujudkan ekosistem pendidikan yang bermartabat dan memuliakan guru.

Untuk urusan advokasi, IGI Jateng menggandeng advokat senior Lukman Muhajir sebagai Dewan Pembina Wilayah. (ali)

Editor : Ali Mahmudi
guru jateng Gus yasin Provinsi Jateng pendidikan IGI Jateng