Gunungan Sampah Anorganik di TPA Landoh Rembang Terbakar, Ini Dugaan Pemicunya

Ali Mustofa • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 11:10 WIB
DISISIR: Petugas Damkar BPBD Rembang dibantu Damkar Yonif TP 888/Satria Sejati berjibaku memadamkan api yang membakar sampah di TPA Landoh, kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
DISISIR: Petugas Damkar BPBD Rembang dibantu Damkar Yonif TP 888/Satria Sejati berjibaku memadamkan api yang membakar sampah di TPA Landoh, kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

REMBANG - Gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Landoh, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, terbakar pada Kamis (1/10/2026) pagi.

Api terlihat membakar tumpukan sampah anorganik di bagian selatan dan timur area TPA.

Kebakaran tersebut tidak sampai mengganggu aktivitas pengangkutan sampah.

Namun, kepulan asap tebal menjadi perhatian karena berpotensi terbawa angin menuju permukiman warga, terutama di wilayah Kerep dan Landoh.

Kepala UPT Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rembang, Agus Triyono, mengatakan kebakaran diketahui sekitar pukul 05.00.

Api diduga bermula dari percikan yang muncul pada tumpukan sampah yang baru dibuang.

“Kalau kebakaran di TPA Landoh terjadi pukul 05.00 pagi. Ada percikan api disebabkan dari sampah baru. Mungkin ada puntung rokok atau semacam terangkut sore,” kata Agus.

Menurut Agus, sampah di TPA Landoh diangkut secara rutin sejak pagi hingga sore hari.

Seluruh sampah tersebut kemudian dibuang di lokasi TPA. Selain dugaan puntung rokok yang terbawa bersama sampah, kondisi cuaca panas dan angin juga diduga mempercepat penyebaran api.

“Percikan api makin membesar. Info yang jaga di TPA terjadi pukul 05.00 pagi. Kita langsung koordinasi Damkar BPBD Rembang,” terangnya.

Mendapat laporan tersebut, petugas pemadam kebakaran langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Damkar Rembang mengerahkan dua unit mobil pemadam dan lima tangki suplai air.

Penanganan juga mendapat dukungan dari Damkar Yonif TP 888/Satria Sejati (SS), yang mengirimkan satu unit kendaraan pemadam dan satu unit kendaraan suplai air.

Dengan demikian, total terdapat tiga unit pemadam dan enam tangki air yang digunakan untuk mengatasi kebakaran.

Agus menjelaskan, area landfill TPA Landoh mencapai sekitar 1,9 hektare. Titik api berada di bagian selatan dan timur, kemudian meluas karena terdapat rumput kering di sekitar tumpukan sampah.

Hingga sekitar pukul 09.30, petugas masih melakukan proses pendinginan di lokasi. Api telah berhasil dikendalikan.

Petugas juga mengurai tumpukan sampah menggunakan excavator untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala.

Proses pemadaman sempat menghadapi kendala ketersediaan air. Saat musim kemarau, sumber air terdekat berada di kawasan belakang GOR Mbesi, Rembang.

Selain itu, suplai air juga diambil dari Pos Damkar Rembang Utara yang berada di sekitar Kantor Kecamatan Rembang.

Agus menambahkan, pihaknya telah menyiapkan prosedur operasional standar (SOP) untuk menghadapi potensi kebakaran di TPA Landoh.

Peralatan pemadam seperti alat pemadam api ringan (APAR) juga tersedia di pos untuk menangani kebakaran dengan skala kecil.

Sementara itu, Kabid Pengelolaan Sampah dan Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Lingkungan, Wahyudi Istiyanto, mengatakan material yang terbakar mayoritas berupa sampah anorganik.

Pihaknya masih melakukan pendataan untuk mengetahui volume sampah yang terdampak kebakaran.

“Mobilitas pengiriman sampah masih aman. Yang kita pikirkan asap sampai warga, terutama terdekat Kerep dan Landoh,” katanya.

Wahyudi menambahkan, tumpukan sampah yang terbakar berada di bagian yang belum tertutup atau diuruk menggunakan tanah.

Sementara itu, area yang telah mendapatkan urugan tanah diperkirakan mencapai sekitar 8.000 meter persegi.

Berdasarkan data DLH Rembang, luas eksisting TPA Landoh saat ini sekitar 1,4 hektare. (noe)

Editor : Ali Mustofa
Sampah Terbakar dlh rembang TPA Landoh kebakaran rembang sulang rembang