REMBANG - Bupati Rembang Harno bersama sang istri, Musringah Harno, mempelopori aksi World Cleanup Day (Hari Bersih-Bersih Sedunia) tingkat Kabupaten Rembang yang dipusatkan di kawasan GOR Mbesi. Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rembang ini turut dihadiri jajaran Forkopimda, Plt Sekda, Kepala DLH Ika Himawan Affandi, hingga para kepala perangkat daerah.
Selain jajaran pemerintah, aksi gotong royong ini juga melibatkan Camat Rembang, Direktur RSUD dr. R. Soetrasno, Ketua Tim Penggerak PKK, perwakilan PT Semen Gresik Pabrik Rembang, PT PLN Nusantara Power UP Rembang, serta jajaran kepala sekolah dan siswa dari tingkat SD, SMP, hingga SMK.
Dalam sambutannya, Bupati Rembang Harno menegaskan bahwa World Cleanup Day bukan sekadar kegiatan fisik memungut sampah. Momentum ini diharapkan mampu mengubah perilaku dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kelestarian lingkungan.
"Persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, komunitas, dunia usaha, hingga pemerintah," ujar Harno.
Harno mengajak seluruh komponen daerah untuk memperkuat pengelolaan sampah secara partisipatif.
"Kita ingin membangun Kabupaten Rembang yang tidak hanya maju dan sejahtera, tetapi juga bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan," tegasnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang bergotong royong dalam aksi kebersihan ini.
"Saya apresiasi dan terima kasih seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan bergotong royong. Semoga langkah kecil yang kita lakukan hari ini menjadi gerakan besar yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan generasi yang akan datang," harapnya.
Pemilihan kawasan GOR Mbesi sebagai pusat kegiatan memiliki alasan strategis. Harno menjelaskan bahwa lokasi tersebut merupakan aset Pemerintah Daerah yang selama ini belum terkelola secara maksimal.
"Sudah ada perencanaan hidupkan kebersihan. Termasuk pembuatan jalan untuk olahraga dan kegiatan lainnya," terang Harno.
Pemerintah Kabupaten Rembang berencana menata kawasan tersebut agar menjadi percontohan kebersihan sekaligus pusat kegiatan warga, salah satunya dengan penyediaan akses jogging track.
Ke depan, kawasan GOR Mbesi juga akan dikembangkan menjadi destinasi wisata baru berbasis air. Di bagian belakang kawasan terdapat embung yang airnya tetap melimpah meskipun saat musim kemarau.
Selain fasilitas olahraga dan potensi air, Pemkab Rembang berencana menghidupkan kawasan ekonomi kreatif dan kuliner di area embung.
"Sudah banyak tempat lain ada embung, kuliner buat bersantai, ikan bakar dan sebagainya," pungkasnya.
Pemkab Rembang pun siap membuka ruang kerja sama bagi siapa saja yang memiliki kemampuan di bidang kuliner untuk menggerakkan perekonomian lokal di kawasan tersebut. (noe/ali)
Editor : Ali Mahmudi