REMBANG - Kondisi kesehatan siswa SMAN 1 Rembang mulai menunjukkan perkembangan positif.
Kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tetap berlangsung normal.
Seorang siswa yang sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit telah diperbolehkan pulang, sementara satu siswa lainnya yang sempat mengalami keluhan lemas pada Selasa (29/9) hanya menjalani pemeriksaan secara rawat jalan.
Siswa yang mengalami lemas tersebut sebelumnya sudah mengikuti kegiatan sekolah pada Senin (28/9).
Setelah pulang, ia juga masih menjalankan aktivitas seperti biasa di rumah. Pada Senin malam, siswa tersebut diketahui berolahraga dan kemudian mandi.
Pihak sekolah menduga kondisi tubuh yang lemas bisa dipengaruhi oleh aktivitas tersebut.
Selain itu, kemungkinan kondisi tubuh kurang fit juga masih menjadi salah satu pertimbangan.
Kepala SMAN 1 Rembang, Endang Sri Lestari, mengatakan kondisi para siswa secara umum telah membaik.
Ia menyebut seorang siswa yang masih mengeluhkan badan lemas sempat bercerita bahwa dirinya mengonsumsi bakso dalam jumlah cukup banyak.
“Alhamdulillah kondisi anak-anak sudah membaik. Ini tadi ada satu anak yang dari kemarin masih lemas. Saya tanya, kemarin katanya makan empat porsi, tetapi yang dimakan hanya baksonya saja,” ujar Endang saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus, Selasa (29/9).
Siswa yang bersangkutan diketahui merupakan pelajar kelas XII.
Pada Selasa pagi, ia tetap datang ke sekolah, tetapi kemudian beristirahat di ruang UKS karena tubuhnya masih terasa lemas.
Selanjutnya, siswa tersebut dijemput oleh ibunya untuk menjalani pemeriksaan.
Berdasarkan informasi terakhir yang diterima sekolah, siswa itu tidak perlu menjalani rawat inap dan cukup menjalani pengobatan secara rawat jalan serta beristirahat untuk memulihkan kondisi tubuh.
Endang berharap setelah kondisinya kembali fit, siswa tersebut dapat kembali mengikuti KBM bersama teman-temannya seperti biasa.
“Kemarin saya ajak ke ruangan saya. Saya tanya, jawabnya tadi saya makan baksonya saja, Bu, empat porsi. Ini masih lemas. Sore dapat kabar hanya rawat jalan,” jelasnya.
Di sisi lain, sekolah masih melakukan pemantauan terhadap kondisi siswa lainnya.
Salah satu siswa yang sebelumnya menjalani opname di rumah sakit juga telah diperbolehkan pulang pada Selasa siang.
Meskipun saat ini tidak terdapat penyaluran menu Makan Bergizi Gratis (MBG), pihak sekolah tetap berkomunikasi secara intensif dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sebelumnya menjadi mitra penyalur.
Pihak dapur juga disebut cukup proaktif dalam memantau kondisi siswa dan sempat memberikan minuman suplemen.
Sekolah berharap kondisi seluruh siswa yang sebelumnya mengalami keluhan kesehatan dapat segera pulih sehingga aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan secara optimal. (noe)
Editor : Ali Mustofa