BIANG PETAKA: Lampu penerangan jalan di selatan Perempatan Pentungan Rembang ambruk dan menimpa ibu hamil kemarin
REMBANG – Kurangnya pemeliharaan fasilitas umum nyaris berujung fatal. Sebuah tiang lampu di selatan Perempatan Lampu Merah Pentungan ambruk dan menimpa Selviana Nur Karisma, warga Dukuh Bodeh, Desa Grawan, Kecamatan Sumber, yang tengah hamil empat bulan.
Insiden tersebut terjadi saat Selviana dibonceng suaminya, Ahmad Jumali, dari arah Pentungan menuju Rembang Kota untuk mengantarkan nasi ke pondok pesantren.
Saat sepeda motor melaju pelan hendak berhenti di lampu merah, tiang besi di tepi jalan mendadak roboh dan menghantam tangan korban hingga bekal nasi berhamburan. Korban dan janinnya dinyatakan selamat, meski korban mengalami luka memar di tangan.
Kondisi Tiang Lapuk dan Tak Ada Respons Pengaduan
Suami korban, Ahmad Jumali, mengungkapkan bahwa kondisi tiang yang rapuh dan goyah sebenarnya sudah lama dikeluhkan warga sekitar. Pemilik ruko di lokasi kejadian bahkan mengeklaim telah berulang kali menghubungi Dinas Perhubungan (Dishub) Rembang, namun tidak pernah mendapatkan tanggapan.
"Menurut pemilik ruko di situ, tiang lampunya memang sudah goyah dan sempat ditelepon ke Dishub, tapi tidak ada respons. Begitu kami lewat, tiang itu langsung roboh menimpa istri saya," ujar Jumali, Jumat (25/9).
Usaha keluarga korban untuk meminta pertanggungjawaban pascakejadian pun menemui jalan buntu. Kantor Dishub Rembang dalam kondisi tutup dan layanan call center resmi tidak menjawab panggilan suara.
Sebut Aset Developer, Warga Pertanyakan Pengawasan
Jumali kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Harmonis Center milik Bupati Rembang. Dari tangkapan layar balasan yang diterima, pihak Pemkab memberikan klarifikasi bahwa tiang lampu tersebut bukan merupakan aset milik pemerintah daerah.
"Setelah diidentifikasi, itu bukan lampu milik Pemkab, melainkan punya developer ruko Pentungan. Namun tetap akan menjadi bahan antisipasi ke depan," bunyi pesan balasan dari Harmonis Center.
Klarifikasi tersebut menyulut kekecewaan warga. Jumali mempertanyakan fungsi pengawasan dan kontrol fasilitas di ruang publik oleh dinas terkait.
Warga mendesak Pemkab Rembang tetap melakukan audit keselamatan dan menertibkan tiang-tiang penerangan yang rawan roboh di sepanjang jalan umum, terlepas dari status kepemilikannya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dishub Rembang belum memberikan konfirmasi resmi terkait insiden tersebut. (*/ali)
Editor : Ali Mahmudi