BERTEDUH: Satu kapal tongkang TB Seruyan Pacific terpaksa berteduh akibat cuaca kurang bersahabat di perairan Sluke.
REMBANG – Angin ganas menerjang perairan Sluke, Rembang. Satu kapal tongkang, TB Seruyan Pacific/BG Karya Seruyan, tak berdaya. Kapal itu larat, pemuatan barang tambang pun lumpuh total.
"Betul. Tujuan ke pelabuhan Sluke sambil menunggu barang dimuat dari tambang Kabupaten Rembang," kata Kepala Kantor Unit Penyelenggaraan Pelabuhan (KUPP) Kelas III Rembang, Ansori, kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Kapal berbobot GT 90/GT 1241 dengan Call Sign YD 5094 itu membawa muatan split ±2.400 meter kubik. Rutenya dari Jetty PRTS Rembang menuju Jetty Sampit, Kalimantan Tengah. Tiba 18 September 2026 pukul 21.07 waktu setempat, kapal justru terjebak cuaca ekstrem.
"Stay di jetty APBN untuk evakuasi menunggu angin reda dan pasang air," tegas Ansori.
Gelombang setinggi hampir 3 meter menghantam. Kecepatan angin tembus di atas 20 knot. BMKG sudah mewanti-wanti: nakhoda dilarang melaut dalam kondisi kapal bermuatan, wajib cari titik aman. Angin kencang bahkan terasa hingga Desa Tasikagung, Kecamatan/Kabupaten Rembang.
"Itu bukan kandas, cuma berteduh. Nanti ditarik lagi tugboat begitu cuaca membaik," tegas Ansori.
Bukan cuma kapal besar yang menyerah pada alam. Nelayan kecil di sekitar lokasi kompak berhenti melaut, jaring pun tak ditebar.
"Keselamatan tanggung jawab kita bersama, pemerintah, pemilik kapal, masyarakat pengguna transportasi angkutan laut," tandas Ansori.
Akibatnya, aktivitas pemuatan terhenti total. Jadwal kirim barang dari tambang Rembang pun molor. (noe/ali)
Editor : Ali Mahmudi