NYETIR SENDIRI: Fahrudin mantan Sekda Rembang nyetir sendiri saat menghadiri pelantikannya sebagai pelaksana BPBD Rembang di Rumah Dinas Bupati Rembang kemarin.
REMBANG – Pelantikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang molor hampir 40 menit, Rabu (23/9). Atas keterlambatan tersebut Fahrudin meminta maaf begitu prosesi usai.
Jadwal semula pelantikan sekitar pukul 10.00. Namun Fahrudin baru tiba di rumah dinas bupati sekitar pukul 10.39. Keterlambatannya bukan hanya karena macet. Ia ternyata menyetir sendiri mobil dinasnya, Mitsubishi Mirage merah, sepanjang 45 kilometer menuju lokasi acara.
"Saya mohon maaf kepada semuanya karena terlambat. Saya setir sendiri 45 kilometer. Kebetulan jalan padat, banyak truk besar, jadi saya tidak bisa mendahului. Harus jalan di belakangnya terus," kata Fahrudin usai dilantik.
Fahrudin mengaku bukan tipe pejabat yang selalu didampingi sopir. Namun kali ini alasannya lebih teknis: mobil dinas sekda sudah ia serahkan sepekan sebelum pelantikan.
"Mobil sudah saya serahkan seminggu yang lalu di kantor. Jadi saya harus belajar lagi pakai kendaraan dan fasilitas yang ada," ujarnya.
Meski molor, prosesi pelantikan tetap berjalan khidmat. Upacara pengambilan sumpah jabatan digelar pukul 10.45, dipimpin langsung Bupati Rembang Harno. Hadir dalam acara itu jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Plh Sekda Rembang Ali Sofi, dan Asisten I Teguh Gunawarman.
Fahrudin resmi menanggalkan jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang yang diembannya selama lima tahun terakhir, beralih ke kursi Kepala Pelaksana BPBD.
Dalam sambutannya, Bupati Harno menyampaikan terima kasih atas pengabdian Fahrudin selama menjabat sekda.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Rembang, saya menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya atas pengabdian, dedikasi, dan loyalitas Saudara Fahrudin yang telah genap lima tahun mengemban amanah sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang," ujar Harno.
Ia menegaskan pergantian jabatan itu bukan sekadar seremonial atau perubahan kedudukan administratif.
"Momentum ini bukan sekadar seremonial atau perubahan kedudukan administratif, melainkan awal dari tanggung jawab dan pengabdian yang tidak kalah penting dalam memajukan dan menyejahterakan masyarakat dan bangsa," katanya.
Harno juga mengingatkan bahwa sumpah jabatan yang baru saja diucapkan bukan sekadar rangkaian kata.
"Sumpah yang telah Saudara ucapkan bukan sekadar rangkaian kata, melainkan komitmen moral yang harus diwujudkan melalui integritas, disiplin, profesional, dan tanggung jawab," tegasnya.
"Jadilah aparatur yang dekat dengan masyarakat, mampu mendengar, memahami, dan menyelesaikan persoalan secara nyata," lanjut Harno, sembari mengajak seluruh pejabat menjunjung nilai BerAHLAK: berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.
Di bagian akhir sambutan, Harno mengingatkan bahaya penyalahgunaan wewenang.
"Hindari penyalahgunaan wewenang, konflik kepentingan, dan korupsi. Jagalah nama baik pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Rembang," pungkasnya.
Usai dilantik, Fahrudin blak-blakan soal prioritas kerjanya di BPBD. Langkah pertama, kata dia, memetakan personel yang ada.
"Kita lihat dulu personel yang ada. Kita siapkan untuk mitigasi bencana, lalu penanganan kekeringan yang saat ini terjadi. Yang penting masyarakat terlayani untuk setiap kebutuhan," ujarnya.
Fahrudin menargetkan mulai aktif berkantor di BPBD Rembang mulai besok. "Insya Allah besok saya sudah ke sana," tandasnya. (noe/ali)
Editor : Ali Mahmudi