Warga Narukan Rembang Heboh, Api dari Bediang Kembali Menyala dan Luluhlantakkan Kandang Sapi

Ali Mustofa • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 11:06 WIB
TINGGAL PUING: Petugas Damkar Rembang padamkan kandang sapi dan tumpukan kayu di milik tanah desa Narukan yang dipinjam warga, kemarin. (DAMKAR RBG UNTUK RADAR KUDUS)
TINGGAL PUING: Petugas Damkar Rembang padamkan kandang sapi dan tumpukan kayu di milik tanah desa Narukan yang dipinjam warga, kemarin. (DAMKAR RBG UNTUK RADAR KUDUS)

REMBANG – Warga Desa Narukan, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, dikejutkan kebakaran yang melanda sebuah kandang sapi dan tumpukan kayu milik warga pada Selasa (22/9).

Kebakaran yang terjadi pada siang hari tersebut diduga berkaitan dengan sisa api dari pembakaran sampah sehari sebelumnya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, api pertama kali terlihat di area tumpukan sampah atau yang oleh warga setempat disebut bediang pada Senin malam.

Warga sempat berupaya memadamkan api dan mengira bara sudah benar-benar tidak tersisa.

Namun, dugaan tersebut ternyata keliru. Pada Selasa sekitar pukul 09.30 WIB, api kembali muncul dari lokasi yang sebelumnya digunakan untuk membakar sampah.

Kobaran kemudian merambat hingga membakar kandang sapi dan tumpukan kayu di sekitarnya.

Kepala Desa Narukan, M. Umar Faruq, mengatakan warga langsung bergotong royong melakukan pemadaman setelah mengetahui api kembali membesar.

“Sekitar pukul 09.30 api muncul dari sisa pembakaran malam sebelumnya. Warga kemudian bersama-sama berusaha memadamkannya,” ujarnya.

Kandang sapi yang terbakar berada di atas tanah milik desa yang selama ini dipinjamkan kepada warga.

Selain digunakan sebagai kandang, sebagian area tersebut juga dimanfaatkan sebagai tempat tinggal sementara bagi warga yang membutuhkan.

Pengelolaan lokasi tersebut dilakukan Khakim, warga RT 05, RW 02, Desa Narukan, Kecamatan Kragan.

Upaya pemadaman oleh warga akhirnya berhasil mengendalikan api. Sekitar pukul 11.00 WIB, kobaran sudah berhasil dipadamkan.

Petugas pemadam kebakaran kemudian datang untuk melakukan proses pendinginan guna memastikan tidak ada bara yang kembali menyala.

“Alhamdulillah sekitar pukul 11.00 api sudah padam. Petugas Damkar juga datang untuk melakukan pendinginan karena masih ada bagian yang berpotensi menimbulkan api kembali,” jelas Umar.

Pemerintah Desa Narukan berencana segera melakukan pembersihan di lokasi kejadian.

Pemdes juga akan memperketat penggunaan area tersebut agar tidak kembali dijadikan tempat membuang sampah maupun kotoran hewan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah kejadian serupa terulang, terutama karena tumpukan material mudah terbakar dapat menjadi sumber api apabila terkena bara.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, M. Luthfi Hakim, membenarkan adanya laporan kebakaran di Desa Narukan.

Laporan kejadian diterima petugas Damkar Rembang sekitar pukul 10.30 WIB.

Sebanyak satu unit mobil pemadam atau brandweer kemudian dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.

Petugas melakukan asesmen, mengatur posisi kendaraan pemadam, melakukan pendinginan, serta memastikan tidak ada titik api yang masih berpotensi menyala kembali.

Setelah dilakukan pemeriksaan ulang, penanganan kebakaran dinyatakan selesai sekitar pukul 11.30 WIB.

Petugas kemudian meninggalkan lokasi dan kembali ke Posko Damkar Sedan. Sekitar pukul 11.55 WIB, unit pemadam telah tiba kembali di posko.

Tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara itu, kerugian material berupa kerusakan bangunan dan tumpukan kayu diperkirakan mencapai sekitar Rp10 juta.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak meninggalkan bara atau api pembakaran sampah sebelum dipastikan benar-benar padam, terlebih ketika berada di dekat material yang mudah terbakar. (noe)

Editor : Ali Mustofa
kebakaran Narukan kandang sapi terbakar damkar rembang kebakaran rembang desa narukan