KOMITMEN: Bupati Rembang Harno bersama jajaranya perjanjian mengumpulkan para penerima beasiswa di lantai IV kantor bupati, kemarin.
REMBANG – Pemerintah Kabupaten Rembang mengalokasikan anggaran Rp4,17 miliar untuk program Beasiswa Prestasi Pendidikan Tinggi (Dikti) bagi seluruh angkatan. Khusus penerima beasiswa angkatan 2026, anggaran yang disiapkan mencapai Rp920 juta.
Tahun ini, sebanyak 106 mahasiswa dinyatakan sebagai penerima beasiswa. Mereka berasal dari berbagai kecamatan dan perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Penandatanganan perjanjian beasiswa digelar di lantai IV Kantor Bupati Rembang, kemarin. Kegiatan dihadiri Bupati Rembang Harno, Kepala Dindikpora Rembang Achmad Sholchan, Plt Sekdin Dindikpora Chrismastuti, serta sejumlah pejabat terkait dan orang tua penerima.
Bupati Rembang Harno mengatakan, beasiswa tersebut menjadi bentuk dukungan pemkab terhadap peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat.
“Pemkab Rembang telah meloloskan beasiswa berprestasi kepada masyarakat. Jumlah 106 orang. Menyebar di seluruh kecamatan dan universitas negeri maupun swasta,” kata Harno.
Harno berharap jumlah penerima beasiswa dapat terus meningkat. Menurutnya, pemkab berupaya membantu masyarakat berprestasi dan kurang mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Setelah SLTA, bagi yang berprestasi dan tidak mampu, pemda hadir membiayai kuliah,” ujarnya.
Harno juga mengingatkan penerima agar serius menjalani pendidikan. Penerima wajib memenuhi ketentuan yang tercantum dalam perjanjian beasiswa.
“Ada sanksi-sanksi sehingga putus. Kalau tidak putus sekolah harus benar, rajin dan serius,” pesannya.
Kepala Dindikpora Rembang Achmad Sholchan menyebut jumlah penerima beasiswa 2026 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025 terdapat 68 penerima, sedangkan tahun ini mencapai 106 mahasiswa.
Jumlah penerima sejak 2017 hingga 2026 masing-masing 37 orang pada 2017, 52 orang (2018), 52 orang (2019), 34 orang (2020), 69 orang (2021), 62 orang (2022), 44 orang (2023), 76 orang (2024), 68 orang (2025), dan 106 orang (2026).
Dari 106 penerima tahun ini, 98 mahasiswa berasal dari perguruan tinggi negeri (PTN), sedangkan delapan mahasiswa berasal dari perguruan tinggi swasta (PTS).
Sholchan juga mengungkapkan, sebanyak 21 penerima beasiswa periode 2017 hingga 2025 diberhentikan. Sementara penerima yang telah menyelesaikan pendidikan dan lulus mencapai 284 sarjana.
Selain itu, Pemkab Rembang menetapkan 11 desa sebagai wilayah prioritas dengan target dua hingga tiga penerima setiap desa. Namun, hanya delapan desa yang mengajukan pendaftar dengan total 14 orang.
Delapan desa tersebut yakni Desa Kajar, Kecamatan Gunem (2 orang); Ngasinan, Kecamatan Kragan (2); Criwik, Kecamatan Pancur (2); Banyuurip, Kecamatan Pancur (1); Pakis, Kecamatan Sale (2); Gilis, Kecamatan Sarang (1); Logung, Kecamatan Sumber (2); dan Bogorejo, Kecamatan Sumber (2).
Sementara tiga desa prioritas tidak mengajukan pendaftar. Ketiganya yakni Desa Ngargomulyo, Kecamatan Lasem; Desa Blimbing, Kecamatan Sluke; dan Desa Baturno, Kecamatan Sarang.
Dindikpora menyebut tidak adanya pendaftar dari tiga desa tersebut kemungkinan disebabkan berbagai faktor, salah satunya belum ada anak yang memenuhi persyaratan untuk mengajukan beasiswa.