Zumrotul Luthfiyyah dan Durrotul Muqoffa, Dua Bersaudara Melaju ke Final MTQ Nasional 

Ali Mahmudi • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 12:12 WIB

 

KEMENAG UNTUK RADAR KUDUS
BERPRESTASI: Zumrotul Luthfiyyah dan Durrotul Muqoffa peserta MTQ nasional asal Kecamatan Sedan, Rembang.
KEMENAG UNTUK RADAR KUDUS BERPRESTASI: Zumrotul Luthfiyyah dan Durrotul Muqoffa peserta MTQ nasional asal Kecamatan Sedan, Rembang.

 

 


Hafal Alquran Sejak Dini, Seringkali Tertidur di Pangkuan Sang Ibu

Zumrotul Luthfiyyah, 31, dan Durrotul Muqoffa, 28, menjadi sorotan. Dua bersaudara ini menjadi peserta Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Nasional dan lolos final. Keduanya tergabung dalam kafilah MTQ Jawa Tengah. Zumrotul Luthfiyyah berlaga di cabang tafsir Bahasa Inggris putri, sedangkan Durrotul Muqoffa turun di tafsir Bahasa Indonesia putri.

Wisnu Aji, Rembang

Pepatah "buah jatuh tak jauh dari pohonnya" pas menggambarkan prestasi cemerlang yang ditorehkan Zumrotul Luthfiyyah dan Durrotul Muqoffa. Dua bersaudara ini mengukir tinta emas dengan lolos ke ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Nasional 2026.

Keberhasilan saudara kandung ini menjadi buah bibir sekaligus inspirasi besar bagi generasi muda di daerahnya.

Sejak kecil, lantunan ayat suci Alquran menjadi menu sehari-hari di kediaman mereka. Didikan agama yang kuat dari kedua orang tua menjadi fondasi utama. Panggung MTQ bukan hal baru — jam terbang keduanya sudah teruji di berbagai level kompetisi.

Ada serba-serbi menarik dalam perhelatan MTQ Nasional ke-31 di Kota Semarang. Dari lebih dua ribu peserta yang berlaga, ada Zumrotul Luthfiyyah dan Durrotul Muqoffa, kakak beradik yang turut menyemarakkan kompetisi bergengsi tersebut.

Fia dan Ofa, demikian mereka akrab disapa, merupakan anak pasangan KH Sulaiman dan Ny Hj Mundasah, pengasuh Ponpes Tahfidzul Qur'an Al-Furqon, Sedan, Rembang. Keduanya sudah mengantongi segudang prestasi di dunia MTQ, dari tingkat kabupaten, provinsi, nasional, hingga internasional. Semua berkat didikan sang ibu dan ayah yang mengawal ketat proses hafalan Alquran sejak usia dini.

”Bahkan seringkali Ofa itu menghafal Alquran di pangkuan saya sampai tertidur,” kata Ny Hj Mundasah, Rabu lalu (16/9).


Baik Fia maupun Ofa sudah menghafal Alquran sedari SD. Fia bercerita, pada usia 7 tahun dirinya sudah menghafal 30 juz Alquran hanya dalam waktu delapan bulan. Sang adik, Durrotul Muqoffa, mengikuti jejak yang sama di usia 5 tahun.

”Dengan dibimbing Abah dan Umi, kami berdua menghafal Alquran bersama-sama dan khatam dalam waktu delapan bulan,” kisah Fia.

Berkat dorongan orang tua, keduanya sudah sering mengikuti lomba tahfidz Alquran, dari tingkat kecamatan hingga nasional. Ofa bahkan pernah berprestasi di kancah internasional.

Fia mengikuti MTQ bidang tafsir Bahasa Inggris. Cabang lomba ini menjadi tantangan tersendiri baginya. Namun ia terus bersemangat tampil maksimal. Sudah sejak lama, Fia belajar Bahasa Inggris secara otodidak.

”Kebetulan saya suka Bahasa Inggris. Jadi jauh-jauh hari saya mulai berlatih tafsir Alquran dengan Bahasa Inggris secara mandiri,” katanya.

Sementara itu, Ofa mendalami tafsir Alquran Bahasa Indonesia dengan pendampingan langsung kedua orang tuanya. Sejak beberapa bulan menjelang MTQ, keduanya juga mendapat bimbingan dari LPTQ Pusat dan Jawa Tengah, baik secara daring maupun luring.

”Puncaknya adalah ketika kita dikarantina di Semarang sejak tanggal 20 Agustus 2026 hingga menjelang lomba di Semarang,” kata Ofa.

Dua bersaudara ini masuk babak final dalam ajang MTQN ke-31. Pengumuman disampaikan Sabtu (19/9) malam, setelah rangkaian panjang penyisihan sejak 13 September 2026.

”Persiapan setahun lebih. Ini pertama kali ikut di cabang ini. Harus adaptasi. Apalagi jadi tuan rumah, bener-bener tantangan berat banget,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Muqoffa bersyukur bisa lolos hingga final. Ia menunjukkan kemampuan terbaiknya di Gedung Semeru BP2KLK, Semarang. Selama setengah jam, Muqoffa tampil memukau di hadapan dewan juri.

”Alhamdulillah sudah lulus kuliah tahun 2022. Sementara sekarang masih di rumah, bantu orang tua,” pungkasnya. (*/ali)

Sederet Prestasi Fia dan Ofa
(sumber: Kemenag Rembang)*

Zumrotul Luthfiyyah
a. Juara 1 Tahfidz 20 Juz STQ Nasional 2017
b. Juara 1 Tahfidz 30 Juz MHQ Pesantren Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2018
c. Juara II Tafsir Bahasa Inggris MTQ Tingkat Jawa Tengah 2018
d. Juara Harapan 1 Tahfidz 10 Juz MTQ Nasional di NTB 2016*
e. Harapan 3 Tafsir Bahasa Inggris MTQ Nasional di Kaltim

Durrotul Muqoffa
a. Juara 1 Tahfidz 10 Juz STQ Nasional 2011 di Banjarmasin (Kalimantan Selatan)
b. Juara 1 Tahfidz 20 Juz MTQ Nasional 2016 di NTB
c. Delegasi Indonesia MHQ 30 Juz Tingkat Internasional di Iran 2018
d. Juara 1 Tahfidz 30 Juz MTQ Mahasiswa Nasional 2019 di Banda Aceh
e. Juara 1 Tahfidz 30 Juz & Tafsir Bahasa Indonesia MTQ Provinsi Jawa Tengah 2025
f. Juara Tahfidz 30 Juz MHQH Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Alu Su'ud Tingkat Nasional 2022
g. Juara II Tafsir Bahasa Arab STQ Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2018

 

Editor : Ali Mahmudi
MTQ Nasional 2026 offa-fiya lolos final mtq 2026 Rembang hari ini Sedan Rembang kemenag