Tunggu Anak Mondok, Pelaut Asal Kepri Tewas di Sarang Rembang

Ali Mahmudi • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 11:16 WIB
ISTIMEWA/RADAR KUDUS
OLAH TKP: Petugas kepolisian melakukan olah TKP di tempat Guntur ditemukan meninggal dunia.
ISTIMEWA/RADAR KUDUS
OLAH TKP: Petugas kepolisian melakukan olah TKP di tempat Guntur ditemukan meninggal dunia.

 


REMBANG – Niat menunggu anaknya yang mondok di salah satu pondok pesantren di Desa Kalipang justru berujung duka. Seorang pelaut asal Kepulauan Riau, Guntur bin Zaenal, 60, ditemukan tewas di bekas warung kosong di Dukuh Blitung, Kecamatan Sarang, Senin (14/9) malam.

Korban diperkirakan telah meninggal sekitar 2 hari sebelum ditemukan, dengan kondisi jasad sudah membengkak dan mulai membusuk.

Kapolsek Sarang AKP Yuli Sri Mulyani menjelaskan, korban sebelumnya meminta izin kepada pemilik warung, Sumirah alias Jarmi binti Kastari, 67, untuk tinggal sementara di bangunan kosong tersebut.

Permintaan itu disampaikan pada Kamis (10/9). Korban mengaku berasal dari Batam dan hendak menunggu anaknya yang mondok di pondok pesantren putri di Desa Kalipang hingga Desember.

"Korban bilang jauh dari kampung halaman, jadi minta tempat tinggal sementara. Kami izinkan dan diberi kasur, bantal, serta tikar," ujarnya

Jumat (11/9) sore, korban mulai menempati warung itu setelah membersihkannya sendiri. Terakhir kali ia terlihat pergi ke Masjid Wali Blitung untuk salat Magrib. Setelah itu tidak ada yang melihatnya lagi.

Kecurigaan muncul Senin malam. Sumirah yang tidak melihat korban selama dua hari merasa khawatir dan meminta bantuan tetangganya, Suharyono bin Samuji, 42.

"Begitu pintu dibuka, saksi mendapati korban sudah terbaring terlentang. Kondisi tubuh membengkak dan kulit menghitam," kata AKP Yuli.

Kepala Desa Kalipang kemudian melaporkan ke Polsek Sarang. Pukul 19.15 WIB, petugas bersama tim medis Puskesmas Sarang 1 turun ke lokasi untuk pemeriksaan luar dan evakuasi.

Hasil pemeriksaan menunjukkan korban meninggal sekitar 2x24 jam. Ditemukan tanda pembusukan di area kepala, mata kiri pecah, serta keluar busa dari mulut dan hidung. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Identitas korban sempat tidak diketahui karena tidak ada dokumen di lokasi. Petugas Inafis Polres Rembang akhirnya memastikan melalui sidik jari. 

Hasilnya, korban adalah Guntur bin Zaenal, warga Kelurahan Tanjung Batu Kota, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.

"Dari hasil pemeriksaan sementara, korban diduga meninggal akibat serangan jantung. Tidak ada indikasi tindak kekerasan," tegas AKP Yuli.

Dari lokasi, polisi mengamankan barang bukti berupa sarung hitam, celana dalam hijau merek Kasogi, dan satu unit ponsel Poco warna hitam.

Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD dr. R. Soetrasno Rembang untuk penanganan lebih lanjut.(noe/ali)

 

Editor : Ali Mahmudi
nuggu anak mondok pria asal kepri tewas Rembang hari ini sarang Polsek Sarang