Wakil BGN Datang, 8 Siswa MAN Lasem Dipulangkan, 4 Masih Jalani Perawatan

Ali Mustofa • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 14:43 WIB
TURUN LANGSUNG: Wakil Ketua BGN Trenggono berkomunikasi Sekda Rembang, Fahrudin serta Kepala Puskesmas Lasem, dr Joko Paryanto saat menjenguk pasien dugaan keracunan MBG di Puskesmas Lasem. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
TURUN LANGSUNG: Wakil Ketua BGN Trenggono berkomunikasi Sekda Rembang, Fahrudin serta Kepala Puskesmas Lasem, dr Joko Paryanto saat menjenguk pasien dugaan keracunan MBG di Puskesmas Lasem. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

REMBANG - Puskesmas Lasem, Kabupaten Rembang, masih memberlakukan status tanggap darurat menyusul adanya sejumlah siswa MAN 2 Rembang atau MAN Lasem yang menjalani perawatan setelah mengalami keluhan kesehatan.

Kepala Puskesmas Lasem, dr Joko Paryanto, mengatakan pada Jumat (11/9/2026) siang masih terdapat 12 pasien dari MAN 2 Rembang yang dirawat di fasilitas kesehatan tersebut. Pada hari yang sama, para pasien menjalani pemeriksaan dokter.

Setelah dilakukan visitasi, sebanyak delapan siswa dinyatakan diperbolehkan pulang. Dengan demikian, hingga Jumat siang masih ada empat pasien yang melanjutkan perawatan di Puskesmas Lasem.

“Dibesuk Pak Trenggono sekira pukul 10.00-10.30. Divisit dokter diperbolehkan pulang 8 pasien,” ujar dr Joko kepada Jawa Pos Radar Kudus, Jumat (11/9).

Dr Joko menjelaskan, Puskesmas Lasem masih menjalankan penanganan dalam status tanggap darurat.

Fokus utama petugas saat ini adalah memastikan seluruh pasien mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik hingga kondisinya membaik.

Ia juga memastikan pengobatan bagi pasien dalam penanganan tersebut tidak dipungut biaya.

Sesuai arahan Bupati Rembang Harno dan Kepala Dinas Kesehatan Rembang dr Ali Syofi’i, pembiayaan pasien dilakukan melalui klaim BPJS Kesehatan bagi siswa yang telah memiliki kepesertaan.

Sementara bagi pasien yang belum memiliki BPJS, biaya pengobatan akan diajukan kepada pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berkaitan dengan distribusi makanan.

“Kalau yang dari SMANELA clear, 12 siswa kebetulan punya BPJS semua. Untuk MAN 2 Rembang kita tanggap darurat dahulu. Kita belum peroleh data resmi dari sekolah, proses hari ini masih menambah. Untuk mengecek punya atau tidak kita harus punya NIK dahulu,” jelasnya.

Selain menangani siswa MAN Lasem, Puskesmas Lasem sebelumnya juga menerima sejumlah pasien dari MTs Lasem yang mengalami gejala ringan.

Di unit gawat darurat (UGD), tercatat 11 pasien dari sekolah tersebut. Sebanyak tujuh pasien mendapatkan obat dan diperbolehkan melanjutkan perawatan di rumah.

Empat pasien lainnya sempat mendapatkan infus pada pagi, sore, dan malam hari. Setelah menjalani pemeriksaan atau screening, mereka juga diperbolehkan pulang.

Hingga Jumat (11/9), tidak ada lagi pasien dari MTs Lasem yang menjalani perawatan di Puskesmas Lasem.

Kepala MAN 2 Rembang Ahmad Suhadak Solikin menyampaikan seluruh siswa MAN Lasem yang sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit telah kembali ke rumah pada Jumat.

Pada pagi hari, masih terdapat tiga siswa yang menjalani perawatan dan sempat mendapat kunjungan langsung dari Wakil BGN, Trenggono.

“Lalu di Puskesmas Lasem hari Jumat ada 2 siswa masuk. Sebelumnya mereka sudah sakit, mules dan muntah dari rumah. Baru merasakan keluhan sakit. Ditangani oleh petugas kesehatan dari puskesmas,” ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil BGN bersama rombongan juga mengunjungi siswa MAN 2 Rembang yang dirawat di RSUD dr R Soetrasno Rembang dan Puskesmas Lasem.

Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi penyalur makanan untuk sekolah tersebut.

Untuk MAN Lasem, pasokan makanan diketahui berasal dari dapur SPPG Ngemplak.

Kondisi pasien masih menjadi perhatian, sementara Puskesmas Lasem terus melakukan pemantauan dan memberikan pelayanan hingga seluruh siswa yang masih dirawat dinyatakan pulih. (noe/ali)

Editor : Ali Mustofa
siswa man 2 rembang puskesmas lasem keracunan mbg jalani perawatan MAN Lasem