SPPG Soditan Sebut Hanya 32 Siswa Terdampak MBG di SMAN 1 Lasem

Ali Mahmudi • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 07:51 WIB
WISNU AJI/RADAR KUDUS
BERI PENJELASAN: Kuasa hukum SPPG Soditan Abdul Mun
WISNU AJI/RADAR KUDUS
BERI PENJELASAN: Kuasa hukum SPPG Soditan Abdul Mun'im memberikan penjelasan terkait jumlah korban dugaan keracunan MBG di SMAN 1 Lasem kemarin.

 

 

REMBANG – Polemik keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Lasem pekan lalu mulai menemui titik terang. Setelah diverifikasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang dan Satuan Tugas (Satgas) Badan Gizi Nasional / (BGN), jumlah siswa yang benar-benar terdampak dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Soditan hanya 32 orang. Jauh dari angka viral 777 orang.

Rinciannya, 11 siswa rawat inap, 20 rawat jalan terdiri dari 15 siswa dan 5 guru, plus 1 siswa dari Pancur yang juga rawat inap. Kini semuanya sudah pulang.

Hal itu ditegaskan kuasa hukum SPPG Soditan, Abdul Mun'im saat jumpa pers di dapur SPPG, Jalan Gambiran Blok 013 RT 006/RW 003, Desa Soditan, Kecamatan Lasem, Kamis sore (10/9)

“Angka 777 itu muncul karena indikator awal. Kami tidak menyalahkan korban. Tapi data valid dari Dinkes yang ditunjuk Satgas BGN memang 32,” tegas Munim.

Ia juga meluruskan soal legalitas. SPPG Soditan berada di bawah Yayasan Semendhe Kanthi Kantil. Dengan Nomor Induk Berusaha (NIB) 1402250012157 dan Nomor Pokok Wajib Pajak  (NPWP) 1091031211502338, yayasan yang diketuai Muhammad Asrori ini telah mengantongi Sertifikat Layak Higienis dan Sanitasi (SLHS) dari BGN.

“Artinya sarana, prasarana, dan dapur kami sudah lolos verifikasi BGN. Tidak perlu diragukan,” ujarnya.

Munim menjelaskan ada 2 instrumen kewenangan berbeda di SPPG. Mitra bertanggung jawab pada infrastruktur sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), Sementara Kepala SPPG ditunjuk langsung oleh BGN, berikut ahli gizi dan tenaga administrasinya.

“Selama mitra tidak intervensi, tanggung jawab operasional ada di Kepala SPPG,” tambahnya.

Pemilik SPPG, Widyastuti, juga sudah meminta maaf dan memberi layanan kesehatan gratis ke korban.

“Dari 15 titik penyaluran MBG, hanya di SMAN 1 Lasem yang kejadian. Selebihnya aman. Kami evaluasi total agar tidak terulang,” pungkas Munim. (noe/ali)

 

Editor : Ali Mahmudi
sppg soditan sppg soditan ditutup pemkab rembang BGN sman 1 lasem