Tinggal Satu Siswa SMAN 1 Lasem Dirawat, Kondisinya Mulai Membaik Usai Dugaan Keracunan MBG

Ali Mustofa • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 11:55 WIB
COCOKKAN DATA: Kabid Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Rembang Soesi Haryanti (kiri) berkomunikasi dengan Kepala Puskesmas Lasem dr Joko Paryanto. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
COCOKKAN DATA: Kabid Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Rembang Soesi Haryanti (kiri) berkomunikasi dengan Kepala Puskesmas Lasem dr Joko Paryanto. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

REMBANG - Jumlah siswa SMAN 1 Lasem yang masih menjalani perawatan di Puskesmas Lasem terus berkurang.

Dari puluhan siswa yang sebelumnya mendapatkan penanganan setelah diduga mengalami keracunan makanan bergizi gratis (MBG), kini hanya tersisa satu pasien.

Hingga Minggu (6/9) sekitar pukul 13.30 WIB, satu siswa tersebut masih menjalani rawat inap.

Sebelumnya, sebanyak 32 siswa sempat mendapatkan penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Lasem setelah mengalami keluhan yang diduga berkaitan dengan konsumsi MBG pada Rabu (2/9).

Pasien yang masih menjalani perawatan dilaporkan menunjukkan perkembangan kondisi yang cukup baik. Keluhan yang sebelumnya dirasakan sudah jauh berkurang.

Siswa tersebut sudah tidak mengalami diare. Namun, masih terdapat sedikit rasa mual dan tubuh masih terasa lemas. Meski begitu, pasien sudah mulai bersedia makan.

Apabila kondisi terus membaik, pasien tersebut dijadwalkan dapat diperbolehkan pulang pada Minggu sore.

Kepala Puskesmas Lasem, dr Joko Paryanto, mengatakan pada Sabtu (5/9) siang masih terdapat tujuh siswa yang menjalani perawatan di puskesmas.

Kemudian pada Minggu (6/9), ketujuh siswa tersebut dinyatakan sudah dapat pulang setelah kondisi kesehatan mereka membaik. Dengan demikian, hanya tersisa satu siswa yang masih menjalani perawatan.

“Satu pasien itu, masuknya Sabtu sore,” kata dr Joko.

Seluruh pasien yang mendapatkan perawatan merupakan siswa SMAN 1 Lasem dan sebelumnya mengalami keluhan yang diduga akibat keracunan setelah mengonsumsi MBG.

Menurut dr Joko, mayoritas pasien menunjukkan perkembangan positif setelah mendapatkan perawatan selama sekitar dua hingga tiga hari di Puskesmas Lasem.

Keluhan yang sebelumnya dialami berangsur menghilang. Para siswa juga sudah dapat makan dan minum seperti biasa serta tidak lagi merasakan tubuh lemas.

Kondisi tersebut membuat sebagian besar pasien ingin segera kembali ke rumah dan melanjutkan aktivitas sekolah.

Mereka khawatir terlalu lama meninggalkan sekolah dapat membuat tertinggal pelajaran.

Dr Joko memastikan seluruh biaya pengobatan para siswa yang menjalani perawatan tidak dibebankan kepada keluarga.

“Biaya pengobatan seluruhnya gratis. Dikaver BPJS. Bahkan, kemarin sudah mendapatkan santunan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),” jelasnya.

Dukungan juga datang dari pihak SPPG yang disebut aktif memantau kondisi para siswa selama menjalani perawatan.

Pihak SPPG melakukan pemantauan secara berkala terhadap siswa yang masih menjalani perawatan di Puskesmas Lasem.

Pemantauan dilakukan pada beberapa waktu, mulai pagi, siang hingga malam. Bahkan, terdapat karyawan SPPG yang datang secara langsung untuk melihat kondisi para siswa.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap para siswa setelah muncul dugaan keracunan MBG.

Dengan semakin banyaknya siswa yang diperbolehkan pulang, kondisi penanganan di Puskesmas Lasem kini semakin terkendali.

Tinggal satu siswa yang masih membutuhkan perawatan, dengan kondisi yang juga terus menunjukkan perkembangan positif. (noe)

Editor : Ali Mustofa
konsumsi mbg kondisi siswa SPPG keracunan mbg sman 1 lasem