Diduga Keracunan MBG, 752 Siswa dan 25 Guru SMAN 1 Lasem Mengalami Diare Massal

Ali Mahmudi • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 10:21 WIB

ISTIMEWA UNTUK RADAR KUDUS
JADI SOROTAN: Menu MBG dari SPPG Soditan yang sempat di santap siswa di SMAN 1 Lasem.
ISTIMEWA UNTUK RADAR KUDUS
JADI SOROTAN: Menu MBG dari SPPG Soditan yang sempat di santap siswa di SMAN 1 Lasem.

 

LASEM – Diduga akibat keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebanyak 752 siswa dan 25 guru SMAN 1 Lasem, Kabupaten Rembang, mengalami keluhan diare massal, lemas, pusing, hingga mual dan muntah. Insiden tersebut memaksa pihak sekolah menghentikan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan memulangkan seluruh siswa lebih awal.

Kepala SMAN 1 Lasem, Juhartutik menjelaskan bahwa peristiwa bermula dari santapan program MBG yang disalurkan pada Rabu siang (2/9 ) sekitar pukul 11.00 WIB. Makanan yang disuplai oleh Dapur SPPG Soditan tersebut dibagikan kepada siswa pada jam istirahat pukul 11.45 WIB dengan menu nasi, ayam bakar, sambal, lalapan, tempe goreng, serta buah semangka.

Laporan awal keluhan kesehatan sebenarnya mulai masuk pada Rabu malam, namun saat itu baru 1–2 siswa yang melapor kepada wali kelas sehingga belum terdeteksi sebagai kasus massal. Kondisi memuncak pada Kamis pagi ketika laporan melonjak drastis dari berbagai kelas.

"Tadi pagi ternyata laporannya satu kelas ada yang 20 anak, ada yang 31 anak. Total ada 752 siswa dari 1.174 siswa dan 25 guru yang terdampak. Gejalanya diare, lemas, pusing, bahkan ada yang muntah-muntah di sekolah," ujar Juhartutik, Kamis (3/9 ).

Akibat tingginya jumlah korban, kondisi sekolah menjadi tidak kondusif. Fasilitas toilet sekolah tidak mampu menampung antrean siswa yang mengeluhkan sakit perut berulang kali.

Sebanyak lima orang siswa terpaksa dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis darurat. Melihat kondisi sekitar 61 persen siswa terdampak, sekolah mengambil tindakan tegas dengan memulangkan seluruh siswa dan menghentikan sementara distribusi program MBG.

Pihak Puskesmas, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang, serta pengelola SPPG langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan. 

Meskipun SPPG sempat menyatakan makanan yang disajikan telah melalui uji internal, Kepala SMAN 1 Lasem tetap meminta agar sampel makanan segera dikirim ke laboratorium di Rembang guna memastikan penyebab pasti kontaminasi.

“Sekolah juga membagikan kuesioner evaluasi kesehatan kepada seluruh warga sekolah untuk menentukan langkah tindak lanjut program ke depan,” tandasnya. (noe/ali)

 

Editor : Ali Mahmudi
keracunan mbg di sman 1 lasem sppg soditan Rembang hari ini MBG REMBANG