Putus Kontrak! Pegawai Outsourcing Tenaga Kebersihan DLH Rembang Banting Setir Cari Kerja Serabutan

Ali Mahmudi • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 08:09 WIB
WISNU AJI/RADAR KUDUS

AMBIL ALIH: Petugas DLH Rembang membersihkan Jalan Pemuda depan SDN 2 Leteh kemarin.
WISNU AJI/RADAR KUDUS
AMBIL ALIH: Petugas DLH Rembang membersihkan Jalan Pemuda depan SDN 2 Leteh kemarin.

 

REMBANG – Sebanyak 61 pegawai outsourcing pramu kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang resmi menganggur sejak kontrak mereka habis 31 Agustus lalu. Sebagian kecewa, sebagian putar otak cari kerja serabutan demi menyambung hidup keluarga.

 

Alfi, salah satu pegawai yang terdampak, mengaku kecewa bercampur pasrah menyelimuti dirinya dan rekan-rekannya. Ia sudah dua tahun lebih mengabdi, mulai dari status Tenaga Harian Lepas (THL) hingga outsourcing, namun belum juga diangkat.

 

”Kalau saya pribadi dua tahun lebih. Pertama ikut THL belum bisa diangkat, lalu jadi outsourcing,” kata Alfi kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (2/9).

 

Selama bertugas, Alfi berperan sebagai sopir sekaligus turun langsung menyapu jalan dan pasar bersama rekan-rekannya. Kini, setelah kontrak berakhir, ia terpaksa menganggur dan mencari penghasilan sampingan. 

 

Tanggung jawab sebagai kepala keluarga membuatnya tak bisa berdiam diri. Istrinya adalah ibu rumah tangga, dengan dua anak yang salah satunya masih berusia dua tahun.

 

”Coba-coba cari pekerjaan lain pas nganggur gini. Kebetulan saya pribadi jualan online motor second,” ujarnya.

 

Puluhan rekannya masih menunggu kepastian. Harapan satu-satunya adalah dipanggil kembali jika ada kontrak baru. Namun info soal itu belum juga turun. 

 

Kegalauan makin terasa di kalangan pegawai muda usia 20–25 tahun yang selama ini menggantungkan hidup sepenuhnya dari pekerjaan outsourcing tersebut.

 

”Kalau di grup, detik ini info kapan belum ada. Cuma rapat terakhir di LH katanya belum tahu sampai sebulanan. Kalau saya, nunggu hasil itu saja, pribadi konsentrasi jualan motor,” katanya.

 

Kontrak para pramu kebersihan ini sebenarnya baru berjalan sejak Februari 2026 dan berakhir 31 Agustus. Ironisnya, di awal masa kerja mereka sempat tidak dibayar.

 

DLH Jami Pelayanan Tak Terganggu

 

Dua hari terakhir, para ASN di kantor DLH Rembang turun tangan langsung mengambil alih tugas pramu kebersihan yang kosong. Sebagian bertugas di kantor, sebagian besar diterjunkan ke lapangan.

”Ada yang kita tugaskan di lapangan, di Jalan Pemuda, Kartini, Wahidin, dr. Sutomo, sampai Alun-Alun Rembang,” kata Ika, Kepala DLH Rembang, usai monitoring langsung di lapangan, kemarin (2/9).

Titik-titik penyapuan sudah dipetakan, dengan jumlah personel disesuaikan kondisi lapangan. Sebagian ruas jalan yang dipadati pedagang UMKM dan pepohonan rindang butuh perhatian ekstra.

”Nyapu setelah absen pukul 07.30 sampai 08.00 pagi. Kita harapkan pukul 08.30 sudah sampai kantor,” ujarnya.

Akibat pengalihan tugas ini, kantor DLH Rembang sempat lengang. Saat dicek pagi hari, hanya tiga orang yang standby di kantor. Meski begitu, pelayanan tetap jalan — aduan masyarakat tetap direspons via telepon genggam.

”Lokasi untuk nyapu juga dekat. Tidak mengganggu pelayanan saat jam kantor,” tegasnya.

Ika tak menampik, di awal kebijakan ini sempat muncul keberatan dari sejumlah pegawai. Namun kini situasinya berbalik: banyak yang justru menikmati, karena bisa olahraga sambil bekerja.

Menurutnya, para pegawai DLH kini tampak lebih segar. Selain memberi arahan langsung, 

 

Ika juga rutin menyapa rekan kerjanya di lapangan. Banyak yang mengaku senang bisa membaur dengan masyarakat sekaligus berjemur pagi hari.

”Saya yakin lama-kelamaan akan jenuh lagi. Karena butuh kalori banyak kerja di lapangan, jadi untuk ini kami harapkan ada kolaborasi,” katanya.

 

Ika mencontohkan kolaborasi yang sudah berjalan, seperti kerja sama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Dinindagkopukm) membersihkan pasar. Belakangan, PKK Rembang juga menyatakan keinginan untuk turut membantu membersihkan jalan.

 

”Kami harapkan teman-teman lain, instansi lain, atau masyarakat, atau komunitas bisa bergabung dengan kita untuk membantu,” pungkasnya. (noe/ali)

Editor : Ali Mahmudi
outsourcing dihentikan tenaga keberisihan dihentikan harno hanies Rembang hari ini dlh rembang