Rangkul Ribuan Pedagang Pasar Rembang, Redam Kegelisahan

Ali Mahmudi • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 22:09 WIB
BIDANG PASAR UNTUK RADAR KUDUS
BEREMBUK: Kabid Pasar dan Pedagang Kaki Lima (PKL), pada Dindagkopukm Rembang, Heri Martono berdiskusi bersama pengurus pasar.
BIDANG PASAR UNTUK RADAR KUDUS

BEREMBUK: Kabid Pasar dan Pedagang Kaki Lima (PKL), pada Dindagkopukm Rembang, Heri Martono berdiskusi bersama pengurus pasar.

 

 

REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkopukm) bergerak cepat mematangkan rencana revitalisasi total Pasar Kota Rembang. Langkah cipta kondisi mulai digencarkan untuk memastikan proses transisi dan relokasi ribuan pedagang berjalan kondusif serta meminimalkan potensi gejolak di lapangan.

 

Upaya pengondisian ini merujuk imbauan Kementerian terkait agar pemerintah daerah menata pedagang sejak dini. Tujuannya, begitu proyek fisik dari pemerintah pusat siap digulirkan pada anggaran mendatang, lahan pasar eksisting sudah bersih dan siap dibangun.

 

Kepala Bidang Pasar dan PKL Dindagkopukm Rembang, Heri Martono, menyampaikan tahapan teknis di lapangan harus berjalan berbarengan, tidak saling menunggu.

 

”Kami selalu koordinasi dengan tim lapangan. Saya sering cipta kondisi dengan berbagai lintas sektor, dari pedagang, pengurus, hingga tim pers,” kata Heri kepada Jawa Pos Radar Kudus.

 

Menurutnya, fokus saat ini membangun komunikasi baik dengan pedagang. Pekan lalu, tahapan sudah sampai pada penyuratan kepada pengurus pedagang bersama koordinator. Untuk paguyuban, dibentuk koordinator wilayah.

 

”Dibentuk paguyuban, pengurus, dan humas. Koordinator wilayah sama seperti dulu, ikut mendata dan meminta tanda tangan pedagang,” terangnya.

 

Pelibatan seluruh lapisan pedagang membuat proses berjalan lebih lancar, karena pembentukan tim sudah dimulai sejak 2025. Bidang Pasar membangun basis data bersama paguyuban secara transparan hingga terbit SK.

 

Surat edaran yang diminta kemarin pun sebenarnya sudah disiapkan kerangkanya lebih dulu oleh paguyuban, tinggal menunggu hasil lelang relokasi.

 

”Agar tidak kaget, begitu benar-benar dok, pemindahan bisa langsung jalan. Kami sudah menyusunnya sejak awal tahun, rutin rapat internal, bahkan sampai membahasnya di sela arisan paguyuban,” katanya.

 

Soal kekurangan sarana dan prasarana (sarpras), Heri menegaskan relokasi pedagang tidak akan sempurna dan pasti ada kekurangan. Hal itu sudah dipahami bersama.

 

”Dari pertemuan, tidak ada pertanyaan yang mengganjal. Mereka mendukung langkah Pemkab. Semua harus melalui mekanisme, terlepas dari keterbatasan yang ada. Itu yang saya coba tanamkan ke teman-teman pengurus paguyuban,” tegasnya.

 

Kekurangan teknis tersebut sudah dipaparkan ke pedagang, namun bukan berarti berhenti sampai di situ. Anggaran sarpras di lokasi relokasi akan terus diupayakan sepanjang tahun berjalan.

 

”Sosialisasi dengan pengurus paguyuban dan koordinator lapangan berjalan aman. Mereka bisa memahami. Nanti saya akan turun langsung ke lapangan,” pungkasnya. (noe/ali)

 

Editor : Ali Mahmudi
Indakop Rembang proyek pasar rembang harno hanies pasar rembang Revitalisasi Pasar Rembang