KOMITMEN: Bupati Rembang Harno mengawal usulan pembangunan pasar tradisional Rembang, kemarin.
REMBANG – Bupati Rembang Harno turun tangan langsung menyambangi Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU, Kuswara, beserta staf di Jakarta. Langkah itu diambil untuk mengawal percepatan revitalisasi Pasar Rakyat Rembang.
Harno mendatangi langsung Kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan beraudiensi untuk memastikan harapan pedagang serta pembeli tidak berujung sia-sia. Ia ingin mengebut kelanjutan fisik pembangunan pasar yang selama ini dinanti-nanti masyarakat.
”Mengawal usulan pasar, Mas, dengan Pak Dirjen Kuswara beserta staf. Saat ini masih pembetulan DED (Detail Engineering Design),” kata Harno kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (27/8).
Pertemuan itu berlangsung di sela sosialisasi Pasar Rakyat Kota Rembang bersama Direktorat Infrastruktur Dukungan Perekonomian, Peribadatan, Kesehatan, Olahraga, dan Sosial Budaya. ”Kalau sudah selesai, mungkin bulan depan masuk tahap perencanaan penganggaran,” ujarnya singkat.
Terpisah, Kepala Bidang Pasar dan Pedagang Kaki Lima (PKL) Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkopukm) Rembang, Heri Martono, menyampaikan progres tahapan persiapan pembangunan. Jumat lalu (21/8) dilakukan desk pengujian oleh Kementerian PU pusat.
”Hasil terakhir dari arsitek dan struktur bangunan, 98 persen sudah lolos semua. Tinggal perbaikan minor sekitar 2 persen,” terangnya.
Heri menambahkan, aspek MEP (Mechanical, Electrical, and Plumbing) masih dalam proses pengkajian karena belum sepenuhnya sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) terbaru. ”Tadi konsultannya juga sudah saya telepon untuk mengetahui perkembangan progresnya,” katanya.
Saat ini tim konsultan tengah diperkuat, khususnya untuk MEP, baik dengan menambah personel maupun mencari tenaga ahli lain. *Desk* lanjutan dijadwalkan kembali pekan depan, Jumat, untuk menuntaskan persoalan tersebut.
Setelah dinyatakan lolos, rencana anggaran biaya (RAB) final akan diajukan langsung ke pusat. Proses relokasi juga akan berlanjut dengan penerbitan surat perintah kerja (SPK), mengingat pemenang lelang sudah ditetapkan.
”Awal bulan depan, pengerjaan relokasinya juga akan dimulai,” pungkasnya. (noe/ali)
Editor : Ali Mahmudi