REMBANG – Rentetan kebakaran terjadi di Kabupaten Rembang dalam waktu kurang dari 12 jam.
Dua kejadian tersebut berlangsung di lokasi berbeda, yakni kebakaran kapal kayu di Kelurahan Pacar pada Kamis (27/8) malam dan kebakaran kandang ayam di Desa Waru pada Jumat (28/8) dini hari.
Beruntung, kedua peristiwa tersebut tidak menyebabkan korban jiwa. Namun, kerugian materi yang ditimbulkan diperkirakan mencapai lebih dari Rp3 miliar.
Kebakaran pertama melanda sebuah galangan kapal di Kelurahan Pacar, Kecamatan Rembang.
Sebuah kapal jaring berkantong yang masih dalam tahap pengerjaan dilalap api. Dugaan awal menyebut kebakaran terjadi setelah anak-anak bermain api di atas kapal.
Petugas pemadam kebakaran Rembang menerima laporan kebakaran di Kelurahan Pacar pada Kamis (27/8) sekitar pukul 18.06 WIB.
Lokasi kejadian berada di RT 02/RW 01, Kelurahan Pacar. Untuk menangani kobaran api, petugas mengerahkan dua unit mobil pemadam, tiga unit watersupply Damkar, dan satu unit watersupply BPBD.
Api membakar kapal jaring berkantong yang masih dalam proses pembuatan. Setelah berjibaku hampir dua jam, petugas berhasil mengendalikan kobaran api sekitar pukul 19.33 WIB.
Dalam proses pemadaman tersebut, suplai air yang digunakan mencapai sekitar empat ritase.
Kapal yang terbakar diketahui milik Samsulkani, 60, warga Kelurahan Pacar, RT 02/RW 01, Kecamatan Rembang. Kapal tersebut dibuat dari kayu jati dengan ukuran sekitar 23 x 6,5 meter.
Saat kejadian, proses pengerjaan kapal telah mencapai sekitar 80 persen. Kapal juga belum dilengkapi mesin karena masih berada dalam tahap penyelesaian.
Akibat kebakaran tersebut, pemilik diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp650 juta.
Dugaan sementara, api muncul akibat anak-anak yang bermain api di atas kapal. Meski demikian, penyebab tersebut masih berdasarkan dugaan awal dari informasi yang diterima petugas.
Penanganan kebakaran tidak hanya difokuskan pada kapal yang terbakar.
Posisi galangan yang berdekatan dengan kawasan permukiman membuat petugas harus bekerja ekstra untuk mencegah api merambat.
Di sekitar lokasi juga terdapat sebuah gudang yang digunakan sebagai tempat penyimpanan blung ikan.
Sebagian material di dalamnya berbahan plastik sehingga berpotensi memperbesar risiko apabila terkena kobaran api.
”Di sana berdekatan dengan permukiman. Sebelahnya ada gudang semacam penyimpanan blung ikan. Kalau merembet kita kerepotan karena bahannya plastik,” jelas petugas.
Tim Damkar BPBD Rembang kemudian melakukan sejumlah langkah untuk mengamankan kawasan.
Selain memadamkan kobaran api, petugas melakukan isolasi agar api tidak menjalar, dilanjutkan proses pendinginan dan overhaul.
Setelah dipastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi muncul kembali, penanganan kebakaran dinyatakan selesai pada pukul 19.33 WIB.
Seluruh personel dan armada kemudian meninggalkan lokasi dan kembali ke posko sekitar pukul 19.50 WIB.
Kebakaran kapal tersebut menjadi salah satu dari dua kejadian kebakaran yang berlangsung di Rembang dalam kurun waktu kurang dari 12 jam.
Beberapa jam setelah insiden di Kelurahan Pacar, kebakaran kembali terjadi di kandang ayam Desa Waru.
Peristiwa kedua tersebut mengakibatkan sekitar 35 ribu ekor ayam mati terbakar dan menambah nilai kerugian hingga total lebih dari Rp3 miliar.
Meski menimbulkan kerugian besar, kedua kejadian tersebut tidak sampai menyebabkan korban jiwa. (noe)
Editor : Ali Mustofa