REMBANG – Musibah kebakaran terjadi dua kali di wilayah Kabupaten Rembang dalam rentang waktu kurang dari 12 jam.
Dua peristiwa tersebut melanda objek berbeda, yakni sebuah kapal kayu di Kelurahan Pacar pada Kamis (27/8) malam dan kandang ayam di Desa Waru pada Jumat (28/8) dini hari.
Tidak ada korban jiwa dalam dua kejadian tersebut. Namun, kerugian materi yang ditimbulkan diperkirakan mencapai lebih dari Rp3 miliar.
Kebakaran pertama terjadi di sebuah galangan kapal di Kelurahan Pacar, Kecamatan Rembang.
Api membakar kapal jaring berkantong yang sedang dalam proses pengerjaan.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu anak-anak yang bermain api di atas kapal.
Belum genap 12 jam kemudian, kebakaran kembali terjadi di kandang ayam di Desa Waru. Kali ini, api diduga muncul akibat korsleting listrik pada blower yang digunakan di dalam kandang.
Kebakaran di Desa Waru menjadi salah satu peristiwa yang menimbulkan kerugian besar. Kandang ayam seluas sekitar 876 meter persegi ludes dilalap api.
Di dalam kandang tersebut terdapat sekitar 35.000 ekor ayam berusia 14 hari. Hampir seluruh ayam tidak berhasil diselamatkan dan mati akibat terbakar.
Petugas memperkirakan kerugian khusus dari ternak tersebut mencapai sekitar Rp2,5 miliar.
Kandang tersebut diketahui milik Sutrini, 55, warga Kelurahan Magersari, RT 4/RW 2, Kecamatan Rembang.
Laporan kebakaran diterima petugas pemadam kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang pada pukul 03.45 WIB.
Setelah laporan diterima, petugas langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 03.48 WIB.
Sebanyak satu unit mobil pemadam, tiga unit tangki suplai Damkar, serta satu unit tangki suplai BPBD dikerahkan untuk menangani kobaran api.
Tim tiba di lokasi sekitar pukul 04.04 WIB.
Komandan Regu Damkar Rembang, Sarpani, mengatakan saat petugas tiba, api sudah membakar hampir seluruh bagian kandang yang berukuran sekitar 12 x 73 meter.
Berdasarkan informasi dari pemilik, kandang tersebut dihuni sekitar 35 ribu ekor ayam yang rata-rata berusia dua minggu.
”Hanya tiga ekor yang masih hidup,” ujar Sarpani.
Besarnya kobaran api membuat panas terasa hingga radius sekitar lima sampai enam meter dari titik kebakaran. Petugas tidak hanya berfokus memadamkan api, tetapi juga berupaya mencegah kobaran dan panas menjalar ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Di dekat kandang terdapat gudang serta kandang ayam lainnya. Petugas kemudian melakukan isolasi untuk mencegah paparan panas maupun api merambat ke bangunan tersebut.
”Kita isolir supaya panas tidak terpapar ke gudang dan kandang yang satunya,” jelas Sarpani.
Saat kebakaran berlangsung, terdapat sejumlah penjaga di lokasi. Diperkirakan sekitar tiga hingga lima orang berada di area tersebut.
Informasi sementara menyebut terdapat aktivitas pengoperasian blower sebelum kebakaran terjadi.
Namun, petugas belum mengetahui secara pasti bagaimana kondisi operasional blower tersebut saat kejadian.
Proses pemadaman juga menghadapi kendala karena terdapat tumpukan sekam padi di dalam area kandang.
Material tersebut membuat api lebih sulit dipadamkan sehingga petugas membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memastikan kondisi benar-benar aman.
Untuk mendukung proses pemadaman, petugas memanfaatkan sumber air dari tampungan seperti embung yang berada di sekitar lokasi.
Sementara itu, tandon air di lokasi memiliki kapasitas sekitar 105.000 liter. (noe)
Editor : Ali Mustofa