REMBANG – Penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 5 Rembang belum kembali berjalan sesuai rencana.
Distribusi yang semula dijadwalkan berlangsung pada awal pekan ini harus ditunda karena adanya perubahan mekanisme serta sekolah masih menunggu nota tugas.
Kepala SMPN 5 Rembang, Menik Mustikatun, menjelaskan bahwa hingga Senin (24/8/2026), pihak sekolah belum kembali menerima distribusi MBG.
Menurutnya, proses penyaluran masih menunggu nota tugas yang menjadi bagian dari mekanisme terbaru.
“Menunggu nota tugas. Jadi belum bisa Senin (24/8). Jadwalnya kapan kami menunggu jika sudah turun. Mungkin kalau sudah turun di SPPG baru dilanjutkan proses distribusi,” ujarnya.
Menik menjelaskan, sebelumnya pihak dapur MBG biasanya datang ke sekolah terlebih dahulu untuk melakukan pendataan penerima manfaat.
SMPN 5 Rembang sendiri pernah memperoleh distribusi MBG dari dapur yang berbeda sebelum adanya pengalihan ke SPPG baru.
Untuk memastikan kesiapan penerima, pihak sekolah telah membagikan formulir kesediaan. Namun, hingga kini seluruh formulir belum terkumpul.
“Untuk form sudah terkumpul, meski belum semua. Data manual sudah kami peroleh,” jelasnya.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun sekolah, jumlah siswa yang bersedia menerima MBG masih belum mencapai separuh.
Dari total 709 siswa, sebanyak 350 siswa menyatakan masih menginginkan program MBG, sedangkan 359 siswa memilih belum bersedia menerima.
Kondisi berbeda terlihat dari kalangan guru dan tenaga kependidikan. Dari total 55 guru dan tenaga kependidikan, sebanyak 51 orang menyatakan bersedia, sementara empat lainnya memilih tidak menerima.
Menik menyebutkan, hasil pengumpulan formulir menunjukkan sebagian siswa masih mengalami trauma sehingga belum siap kembali menerima makanan dari program tersebut.
Menurutnya, mekanisme kesediaan penerima merupakan bagian dari standar Badan Gizi Nasional (BGN). Jika terdapat pihak yang menolak, harus ada pernyataan sebagai bentuk administrasi.
“Itu SOP BGN. Ketika ada yang menolak harus ada surat pernyataannya. Kami patuhi,” katanya.
Sementara itu, PIC Distribusi MBG sekaligus Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Rembang, Ngadiyono, mengatakan distribusi sebenarnya direncanakan berlangsung pada awal pekan.
Namun, pelaksanaannya kemudian ditunda sembari menunggu informasi lanjutan dari koordinator wilayah.
Ngadiyono menegaskan bahwa pengisian surat kesediaan penerima MBG dilakukan secara sukarela. Tidak ada pihak yang diperbolehkan memaksakan siswa maupun orang tua untuk menerima program tersebut.
“Ini sifatnya sukarela dan terbuka. Jadi tidak ada paksaan dari pihak mana pun. Dari Dindikpora Rembang juga terbuka. Misalnya ada penerima manfaat atau orang tua yang belum bersedia, tidak ada masalah,” terangnya.
Menurutnya, formulir tersebut juga diperlukan untuk kepentingan administrasi sekaligus membantu pihak dapur dalam memperbarui data penerima manfaat yang akan mendapatkan distribusi MBG.
Ngadiyono menambahkan bahwa data penerima masih dapat berubah. Siswa maupun orang tua yang saat ini belum bersedia karena alasan psikologis tetap memiliki kesempatan untuk kembali menerima MBG ketika sudah merasa siap.
“Misalnya di data baik orang tua maupun murid, seandainya waktu pengisian masih mengalami trauma psikologis tidak bersedia, suatu ketika menginginkan lagi bisa. Jadi nanti bisa dinamis,” imbuhnya. (noe)
Editor : Ali Mustofa