Tim Pengabdian UMK Dorong Digitalisasi Manajemen Pondok Pesantren Kauman Lasem

Ali Mustofa • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 15:57 WIB
Tim Pengabdian dari UMK menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat sekaligus pelatihan digitalisasi manajemen di Pondok Pesantren Kauman Lasem, Kabupaten Rembang.
Tim Pengabdian dari UMK menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat sekaligus pelatihan digitalisasi manajemen di Pondok Pesantren Kauman Lasem, Kabupaten Rembang.

REMBANG – Pondok Pesantren Kauman Lasem, Kabupaten Rembang, mulai mendorong transformasi tata kelola melalui pemanfaatan teknologi digital.

Langkah tersebut diwujudkan melalui program pengabdian dan pelatihan digitalisasi manajemen yang digelar pada 19–20 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat yang diketuai Dr. Ahmad Hariyadi, M.Pd. Program ini diarahkan untuk membantu pesantren meningkatkan efisiensi administrasi, transparansi pengelolaan, serta kualitas kepemimpinan melalui penerapan sistem informasi yang terintegrasi.

Program bertajuk “Digitalisasi Manajemen Pondok Pesantren untuk Meningkatkan Efisiensi dan Transparansi Kepemimpinan dengan Sistem Informasi Terintegrasi” itu melibatkan pimpinan dan pengurus pesantren sejak tahap pemetaan kebutuhan hingga pelatihan dan pendampingan penggunaan teknologi.

Dr. Ahmad Hariyadi menjelaskan bahwa proses digitalisasi di lingkungan pesantren tidak cukup hanya dengan menyediakan perangkat maupun aplikasi.

Lebih dari itu, teknologi diharapkan dapat membawa perubahan pada pola pengelolaan administrasi agar menjadi lebih terintegrasi dan berbasis data.

“Transformasi digital di pesantren perlu dibangun secara menyeluruh. Teknologi harus mampu membantu pengurus dalam mengelola administrasi, menyediakan informasi yang lebih cepat, serta mendukung pimpinan dalam melakukan monitoring dan pengambilan keputusan,” ungkap Ahmad Hariyadi.

Selama dua hari pelaksanaan, pengurus Pondok Pesantren Kauman Lasem mendapatkan berbagai materi yang disertai praktik secara langsung.

Pelatihan mencakup pemanfaatan sistem informasi manajemen, administrasi digital, pengelolaan data, penggunaan website, hingga pemanfaatan teknologi untuk menunjang tata kelola pesantren.

Dalam program tersebut, tim juga mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Pondok Pesantren Terintegrasi. Sistem ini dirancang untuk membantu pengurus mengelola berbagai kebutuhan administrasi dalam satu ekosistem digital.

Sejumlah data dan layanan yang dapat dikelola meliputi data santri, administrasi keuangan, kegiatan pesantren, perizinan, inventaris hingga pelaporan.

Penerapan sistem tersebut diharapkan dapat memangkas proses administrasi yang berulang, mempercepat pencarian informasi, serta menghasilkan data yang lebih tertata dan akurat.

Data tersebut nantinya juga dapat digunakan pimpinan sebagai bahan dalam melakukan pemantauan dan mengambil keputusan.

Salah satu hasil utama dari kegiatan pengabdian tersebut adalah peluncuran website resmi Pondok Pesantren Kauman Lasem yang dapat diakses melalui https://ponpeskaumanlasem.

Website tersebut disiapkan sebagai pusat informasi sekaligus sarana komunikasi resmi pesantren dengan santri, wali santri, alumni, maupun masyarakat umum.

Berbagai informasi dapat disampaikan melalui laman tersebut, mulai dari profil dan sejarah pesantren, program pendidikan, agenda kegiatan, dokumentasi, berita hingga informasi pelayanan.

Kehadiran website diharapkan membuat akses informasi mengenai Pondok Pesantren Kauman Lasem menjadi lebih luas.

Di sisi lain, platform tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola informasi yang lebih terbuka dan mampu mengikuti perkembangan teknologi.

Pengurus tidak hanya diperkenalkan dengan fungsi website, tetapi juga mendapatkan pelatihan untuk mengelola konten, memperbarui informasi, menjalankan administrasi digital, serta menggunakan sistem secara mandiri.

Pelaksanaan program menunjukkan adanya perkembangan pemahaman pengurus dalam memanfaatkan teknologi informasi.

Pengurus mulai melihat pentingnya pengelolaan data yang rapi, sistem administrasi yang efisien, serta penggunaan informasi sebagai dasar untuk meningkatkan efektivitas dan transparansi pengelolaan pesantren.

M. Ali Aziz, pengurus sekaligus penanggung jawab mitra Pondok Pesantren Kauman Lasem, menyambut positif program tersebut.

Menurutnya, sistem informasi dan website resmi dapat menjadi bagian penting dalam meningkatkan tata kelola sekaligus memperluas pelayanan informasi kepada masyarakat.

Kolaborasi perguruan tinggi dengan pesantren diharapkan tidak berhenti pada pengadaan sistem digital. Pendampingan juga diarahkan agar pengurus mampu mengoperasikan dan mengembangkan teknologi tersebut secara mandiri sesuai kebutuhan pesantren.

Tim pengabdian terdiri atas Dr. Ahmad Hariyadi, M.Pd. sebagai ketua, Nurul Rizka Arumsari, S.E., M.M. sebagai anggota, serta Toni Wijanarko A.S., S.Kom., M.Kom. sebagai anggota.

Program ini menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong pemanfaatan teknologi pada lembaga pendidikan berbasis keagamaan.

Harapannya, digitalisasi yang dilakukan dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi pengelolaan Pondok Pesantren Kauman Lasem.

Ahmad Hariyadi turut menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek RI), yang telah memberikan dukungan pendanaan melalui Tahun Anggaran 2026.

“Dukungan DPPM Kemendiktisaintek RI sangat berarti dalam mendorong perguruan tinggi untuk menghadirkan inovasi yang benar-benar dapat diterapkan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Kami berharap program ini mampu menjadi langkah menuju pengelolaan Pondok Pesantren Kauman Lasem yang semakin efektif, transparan, terintegrasi, dan berkelanjutan,” kata Ahmad Hariyadi.

Dengan penerapan sistem informasi dan website resmi tersebut, Pondok Pesantren Kauman Lasem diharapkan memiliki ekosistem digital yang semakin kuat.

Transformasi ini diharapkan mampu mendukung efisiensi administrasi, keterbukaan informasi, akuntabilitas pengelolaan, peningkatan pelayanan, serta pengambilan keputusan berbasis data. (*)

Editor : Ali Mustofa
Ekosistem Digital rembang pondok pesantren teknologi digital kampus umk