Penyelam Rembang Kibarkan Merah Putih di Bawah Laut Pulau Gede, Arus Deras Jadi Tantangan

Ali Mustofa • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 08:46 WIB
SELESAIKAN MISI: Dua atlet dan pengurus POSSI Rembang bersiap mengibarkan bendera di bawah laut perairan Pulau Gede, Rembang, Sabtu lalu (15/8). (POSSI RBG UNTUK RADAR KUDUS)
SELESAIKAN MISI: Dua atlet dan pengurus POSSI Rembang bersiap mengibarkan bendera di bawah laut perairan Pulau Gede, Rembang, Sabtu lalu (15/8). (POSSI RBG UNTUK RADAR KUDUS)

REMBANG – Semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya dilakukan di daratan.

Para penyelam dari Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kabupaten Rembang memilih cara berbeda dengan mengibarkan bendera Merah Putih di bawah laut Pulau Gede, Sabtu (15/8).

Bendera dikibarkan pada kedalaman sekitar 10 meter di tengah kondisi perairan yang cukup menantang. Arus laut yang kuat serta jarak pandang yang sangat terbatas tidak menyurutkan semangat para penyelam untuk melaksanakan aksi tersebut.

Kegiatan itu bukan sekadar seremoni peringatan kemerdekaan. POSSI Rembang juga ingin memperkenalkan potensi wisata bahari yang dimiliki daerah tersebut, khususnya kawasan Pulau Gede yang selama ini belum banyak dikenal dan dieksplorasi.

Tim penyelam berangkat dari Pantai Wates, Kecamatan Kaliori, sekitar pukul 07.00 WIB. Dalam kegiatan tersebut, empat orang ditugaskan untuk melakukan pengibaran bendera di bawah laut.

Mereka adalah dua atlet selam, Zahirah Mecca Naila Rahman yang merupakan siswi SMAN 3 Rembang dan Mochammad Anas Febrian, alumnus SMKN 1 Rembang. Keduanya didampingi pengurus POSSI Rembang, Minan Rahman dan Faishal Mulyono.

Pelaksanaan kegiatan juga mendapat pengamanan serta pendampingan dari sejumlah instansi. Di antaranya Unit Siaga Basarnas Rembang, Pos TNI AL Rembang, Polairud Rembang, Kantor Pelabuhan Kelas III Rembang, BPBD Kabupaten Rembang, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, serta KONI Kabupaten Rembang.

Bukan Sekadar Seremoni Kemerdekaan

Ketua POSSI Kabupaten Rembang Nowo Setya Pamungkas mengatakan, pengibaran Merah Putih di bawah laut menjadi salah satu cara para penyelam memaknai kemerdekaan sekaligus mengenalkan kekayaan bahari daerah.

”Semangat kemerdekaan bisa dikibarkan di mana saja, termasuk di bawah laut. Kami ingin menunjukkan bahwa laut adalah bagian dari Indonesia yang harus kita kenalkan sekaligus kita jaga,” kata Nowo.

Ia menilai kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa potensi laut Rembang memiliki nilai yang besar dan perlu diperkenalkan kepada masyarakat.

Namun, keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Nowo menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak dilakukan semata-mata untuk mengejar kemeriahan seremoni.

Baginya, keberhasilan kegiatan justru ditentukan dari seluruh anggota tim yang mampu menjalankan tugas dan kembali ke daratan dalam keadaan selamat.

Jarak Pandang Hanya Sekitar Satu Meter

Medan yang dihadapi para penyelam ternyata tidak mudah. Kondisi air laut yang keruh membuat jarak pandang di bawah permukaan sangat terbatas.

Wakil Ketua POSSI Kabupaten Rembang Raidiyanto atau yang akrab disapa Redy menjelaskan, jarak pandang saat penyelaman hanya berkisar satu meter.

Kondisi tersebut membuat penyelam harus meningkatkan kewaspadaan. Air yang keruh disebut dipengaruhi oleh angin timuran serta material dari kawasan Pulau Gede yang mengalami abrasi.

”Visibility atau jarak pandang hanya sekitar satu meter. Air sangat keruh,” ujar Redy seusai kegiatan.

Selain jarak pandang, derasnya arus laut juga menjadi tantangan tersendiri bagi para atlet.

Padahal, sebelumnya para penyelam telah melakukan latihan di kedalaman sekitar 10 meter sebagai persiapan menghadapi kegiatan tersebut.

Namun, kondisi lapangan membuat tim harus menyesuaikan rencana demi menjaga keselamatan.

Rencana Diubah Demi Keselamatan Atlet

Redy mengatakan, penyelaman saat pelaksanaan tidak dilakukan terlalu jauh ke tengah laut. Tim memilih area yang dinilai lebih aman karena arus di lokasi cukup kuat.

Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi aktual di lapangan. Bagi POSSI Rembang, keselamatan atlet jauh lebih penting daripada memaksakan rencana awal.

Dengan kondisi arus yang deras, para penyelam akhirnya menjalankan pengibaran bendera di area yang masih berada di sekitar kedalaman tersebut, tetapi tidak terlalu ke tengah.

Langkah ini menjadi bukti bahwa keberanian dalam olahraga selam tetap harus diimbangi dengan perhitungan dan kewaspadaan.

Generasi Muda Mulai Tertarik Olahraga Selam

Di balik tantangan yang dihadapi, kegiatan tersebut juga membawa kabar positif bagi perkembangan olahraga selam di Rembang.

Redy mengaku bangga karena semakin banyak anak muda yang mulai tertarik menekuni olahraga tersebut.

Munculnya atlet-atlet muda dinilai menjadi modal penting bagi keberlanjutan prestasi selam di Kabupaten Rembang.

Dua atlet yang dipercaya mengibarkan Merah Putih di bawah laut Pulau Gede juga bukan sekadar peserta seremoni.

Keduanya telah dipersiapkan untuk memperkuat Rembang pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung di Semarang pada Oktober mendatang.

Kehadiran atlet muda tersebut diharapkan menjadi bagian dari regenerasi olahraga selam sekaligus membuka peluang lahirnya prestasi baru bagi Kabupaten Rembang.

Pulau Gede Dipilih untuk Kenalkan Wisata Bahari

Pemilihan Pulau Gede sebagai lokasi pengibaran bendera juga memiliki tujuan lain.

POSSI Rembang ingin menjadikan kegiatan tersebut sebagai sarana memperkenalkan potensi wisata bahari daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Selama ini, kawasan laut Rembang dinilai memiliki daya tarik yang belum sepenuhnya dikenal dan dimanfaatkan sebagai destinasi wisata.

Pengibaran Merah Putih di bawah laut menjadi cara kreatif untuk menunjukkan bahwa Rembang tidak hanya memiliki potensi wisata di daratan, tetapi juga menyimpan kekayaan alam di bawah permukaan laut.

Di tengah arus yang deras dan air yang keruh, Merah Putih akhirnya tetap berkibar di kedalaman laut Pulau Gede.

Aksi tersebut bukan hanya menjadi simbol peringatan kemerdekaan, tetapi juga membawa pesan bahwa laut Indonesia adalah bagian dari kekayaan bangsa yang patut diperkenalkan, dijaga, dan dimanfaatkan secara bijaksana. (noe/ali)

Editor : Ali Mustofa
kibarkan merah putih laut pulau gede rembang olahraga selam wisata bahari