APRESIASI: Dandim 0720/Rembang Letkol Arm Winner Fradana Dieng dianugerahi penghargaan Radar Kudus Award 2026.
KOMITMEN Tentara Negara Indonesia (TNI) Angkatan Darat mengakselerasi pembangunan infrastruktur di pelosok daerah kembali membuahkan hasil. Komandan Distrik Militer (Dandim) 0720/Rembang Letkol Arm Winner Fradana Dieng dianugerahi Radar Kudus Award kategori Dandim Penggerak Keberhasilan Pembangunan Tujuh Jembatan Merah Putih 2025–2026. Penghargaan diberikan atas capaian pembangunan yang berkualitas, efisien, dan tepat waktu.
Piala dan piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi. Apresiasi ini diberikan atas dedikasi TNI membangun infrastruktur vital guna mendongkrak kesejahteraan masyarakat.
Proyek strategis Tujuh Jembatan Merah Putih yang digarap sepanjang 2025–2026 menjadi bukti nyata kehadiran TNI di tengah kesulitan warga. Di bawah komando Dandim, seluruh personel dikerahkan untuk memecah kebuntuan akses transportasi antardesa.
Sejumlah jembatan gantung yang selama ini bermasalah di wilayah Rembang mendapat perhatian khusus, terutama yang menjadi akses vital warga. Jajaran Kodim 0720/Rembang mendata kondisi jembatan dan melaporkannya ke komando atas untuk diusulkan perbaikan.
“Pembangunan jembatan ini agar tepat sasaran, berdasarkan pengajuan dari desa yang membutuhkan. Data juga kami peroleh dari pengajuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) ke Kementerian Dalam Negeri,” kata Dandim 0720/Rembang.
Dandim merinci lokasi jembatan yang dibangun, yakni di Dusun Semen dan Kandangsapi, Desa Sekarsari, Kecamatan Sumber, serta Dusun Sambong, Desa Jatihadi, Kecamatan Sumber (lihat grafis).
Warga Tak Lagi Memutar Lima Kilometer
Kehadiran jembatan perintis Garuda Merah Putih membawa manfaat besar bagi masyarakat. Salah satunya di Dusun Semen, Desa Sekarsari. Warga kini bisa beraktivitas lebih mudah tanpa harus memutar jauh seperti sebelumnya.
Warga setempat, Sulistyo, mengaku bersyukur dengan hadirnya jembatan gantung yang diresmikan Senin (9/3). Selama ini masyarakat harus melewati jembatan darurat dari kayu dan bambu setelah jembatan lama runtuh diterjang banjir.
“Setiap hari yang lewat sini ramai, ada pedagang, pelajar, juga anak-anak yang mengaji. Apalagi menjelang Lebaran biasanya makin ramai. Sekarang kami lebih lega karena tidak perlu khawatir lagi saat melintas,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebelum jembatan permanen dibangun, warga harus memutar hingga sekitar lima kilometer untuk menuju desa di seberang sungai. Jembatan gantung tersebut kini menghubungkan Dusun Semen, Desa Sekarsari, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, dengan Desa Manjang, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati, melintasi aliran Sungai Randugunting.
Lebar Ditambah Atas Masukan Warga
Dandim Winner menjelaskan, pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program jembatan perintis Garuda Merah Putih yang digagas Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) untuk membantu daerah yang membutuhkan akses penghubung.
“Jembatan ini menjadi yang pertama di Kabupaten Rembang dalam program jembatan perintis Garuda Merah Putih dari Bapak Kasad,” ujarnya.
Jembatan dibangun menggunakan konstruksi besi dan diperkuat tali sling baja sehingga lebih kokoh. Panjangnya sekitar 70 meter dengan lebar 150 sentimeter.
Menurut Winner, lebar jembatan awalnya dirancang 120 sentimeter. Namun atas masukan warga, ukuran ditambah agar sepeda motor bermuatan hasil pertanian tetap bisa melintas dengan aman.
“Selama ini jembatan dilewati sepeda motor petani maupun pedagang dengan muatan, sehingga kami tambah lebarnya menjadi 150 sentimeter,” jelasnya.
Proses pembangunan berlangsung sekitar satu bulan dengan melibatkan anggota TNI dan masyarakat setempat. Bahkan saat pemasangan tali sling, warga bergotong royong membantu penarikan kabel.
“Setelah salat tarawih, warga bersama-sama membantu menarik tali sling jembatan,” katanya.
Bantu Mobilitas Warga Perbatasan
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Rembang Teguh Gunawarman mengatakan, di sepanjang aliran Sungai Randugunting yang menghubungkan Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, dan Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati, memang terdapat beberapa jembatan rusak akibat banjir besar beberapa waktu lalu.
“Alhamdulillah, pembangunan jembatan ini sangat membantu mobilitas masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan kedua kabupaten,” tandasnya. (noe/ali)
Editor : Ali Mahmudi