REMBANG – Pembongkaran sebuah rumah tua yang memiliki nilai sejarah di kawasan Lasem Kota Pusaka, Kabupaten Rembang, menjadi perhatian masyarakat dalam beberapa hari terakhir.
Rumah yang dikenal sebagai Rumah Kapiten Cina di Jalan Gambiran, Desa Soditan, kini nyaris tak tersisa setelah bagian kayu bangunan dibongkar.
Bangunan tua tersebut diketahui memiliki karakter arsitektur geladak yang memadukan unsur budaya Tionghoa dan Jawa.
Rumah yang diperkirakan telah berdiri sejak awal abad ke-18 itu disebut menjadi salah satu bagian dari jejak sejarah perkembangan Lasem.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, bangunan tersebut sebenarnya telah menjadi perhatian sejak sekitar lima tahun lalu.
Bahkan pada 2024, sempat beredar dokumentasi yang memperlihatkan sejumlah warga negara asing berada di sekitar lokasi rumah.
Kehadiran mereka kala itu diduga berkaitan dengan rencana pembelian material kayu dari rumah tua tersebut.
Namun, kini bangunan bersejarah itu benar-benar telah dibongkar dan sebagian besar kayunya sudah tidak berada di tempat.
Saat ini, yang masih terlihat di lokasi hanya bagian tembok luar bangunan.
Hilangnya struktur utama rumah tersebut pun menimbulkan keprihatinan dari kalangan pemerhati sejarah dan kebudayaan Lasem.
Pegiat Budaya Pertanyakan Proses Pembongkaran
Pustakawan Masjid Jami’ Lasem, Abdulah Hamid, menyayangkan pembongkaran rumah yang dinilai memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan sejarah Lasem tersebut.
Menurutnya, bangunan yang memiliki nilai sejarah dan budaya semestinya mendapat perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku.
Terlebih, terdapat regulasi yang mengatur keberadaan serta perlakuan terhadap bangunan yang masuk dalam kategori cagar budaya.
Ia menilai proses pembongkaran semestinya tidak dilakukan begitu saja tanpa memperhatikan prosedur yang telah ditetapkan pemerintah.
“Karena itu merupakan cagar budaya. Ada aturan-aturan main di negara kita. Ada undang-undangnya dan ketetapan di pemerintah. Mestinya ada prosedur terhadap perubahan atau pemindahan,” ujarnya.
Pembongkaran rumah tersebut kembali memunculkan perhatian terhadap pentingnya perlindungan bangunan bersejarah di kawasan Lasem.
Bagi pegiat kebudayaan, bangunan-bangunan tua bukan sekadar properti, tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan rekam jejak sejarah Kota Pusaka Lasem.
Editor : Ali Mustofa