Festival Mewarnai Berlangsung Meriah, 336 Anak PAUD se-Rembang Unjuk Kreativitas

Ali Mustofa • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:47 WIB
POMPA SEMANGAT: Direktur Jawa Pos Radar Kudus, Baehaqi memberikan sambutan sekaligus pompa semangat 336 peserta PAUD di Final Festival Mewarnai di Gedung Balai Kartini, Rembang. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
POMPA SEMANGAT: Direktur Jawa Pos Radar Kudus, Baehaqi memberikan sambutan sekaligus pompa semangat 336 peserta PAUD di Final Festival Mewarnai di Gedung Balai Kartini, Rembang. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

REMBANG – Festival Mewarnai yang digelar Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang bersama Jawa Pos Radar Kudus berlangsung meriah.

Sebanyak 336 peserta perwakilan PAUD se-Kabupaten Rembang unjuk kreativitas dalam ajang tersebut. Para pemenang mendapat piala, sertifikat, dan hadiah uang pembinaan.

Festival dibuka Bupati Rembang Harno, didampingi Bunda PAUD Kabupaten Rembang Musringah Harno dan Wakil Bunda PAUD Kabupaten Rembang.

Kepala Dindikpora Rembang Achmad Sholchan diwakili Pelaksana Tugas Sekretaris Dindikpora Krismastuti beserta jajaran turut hadir.

Turut hadir Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi, General Manager Jawa Pos Zainal Abidin, Ketua Panitia sekaligus Manajer Iklan Jawa Pos Radar Kudus Ugik WP, dan Kepala Biro Jawa Pos Radar Kudus Rembang Ali Mahmudi.

Bunda PAUD se-Kecamatan, pengawas TK, dan penilik KB se-Kabupaten Rembang juga ambil bagian.

Final Festival Mewarnai dipusatkan di Gedung Balai Kartini Rembang, berlangsung sejak pukul 07.00 hingga siang hari.

Suasana kian semarak dengan penampilan tari-tarian. Anak-anak tampak antusias mewarnai sesuai kreativitas masing-masing.

Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi menyampaikan, festival ini digelar dalam rangka Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Total 22 ribu anak se-Kabupaten Rembang mengikuti seleksi awal.

"Dari 22 ribu anak, kita saring menjadi 336 peserta yang mengikuti Final Festival Mewarnai," katanya.

Festival serupa juga digelar di sejumlah daerah lain, di antaranya Kabupaten Blora dengan 27 ribu peserta dan Kabupaten Jepara dengan 20 ribu peserta.

Di Rembang, seleksi dilakukan di masing-masing satuan pendidikan dengan mempertimbangkan lokasi.

Baehaqi menegaskan, esensi festival bukan soal menang atau kalah.

"Anak-anak kita beri ruang untuk menunjukkan semangat. Insya Allah, sejak dini mereka diberi ruang, nanti akan menjadi pengalaman berharga dan bekal ke depan. Karena itu kreativitas sangat kita perlukan," ujarnya.

Ia berpesan agar pendamping tidak banyak mengintervensi anak-anak selama lomba berlangsung. "Ini ajang kreativitas, memberi ruang kreasi kepada anak didik supaya pikirannya jernih," imbuhnya.

Baehaqi berharap kegiatan serupa tahun depan bisa digelar lebih baik lagi.

Ia juga berterima kasih kepada Bupati Rembang Harno, Pemkab Rembang, Dindikpora, Bunda PAUD, Himpaudi, IGTKI, serta seluruh lembaga pendidikan yang mendukung terselenggaranya acara.

Bupati Rembang Harno mengatakan, Festival Mewarnai bukan sekadar ajang menentukan siapa yang terbaik, melainkan ruang bagi anak-anak untuk berekspresi, berkreasi, berimajinasi, dan membangun rasa percaya diri sejak usia dini.

"Masa PAUD merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter dan kualitas sumber daya manusia. Pada usia inilah anak mulai belajar mengenal lingkungan, bekerja sama, berani mencoba, menghargai proses, serta mengembangkan kreativitasnya," katanya.

Harno mengapresiasi kolaborasi Dindikpora Rembang dengan Jawa Pos Radar Kudus yang menghadirkan kegiatan positif dan edukatif.

Ia berharap festival ini menjadi pengalaman menyenangkan bagi anak-anak sekaligus mempererat silaturahmi antarsatuan pendidikan, guru, orang tua, dan pemangku kepentingan pendidikan di Rembang.

Kepada para peserta, Harno berpesan agar tidak takut salah dan tidak takut mencoba.

"Warnailah gambar dengan penuh kegembiraan sesuai imajinasi kalian. Tidak perlu memikirkan menang atau kalah, karena keberanian untuk tampil dan berkarya adalah kemenangan yang sesungguhnya," ujarnya.

Harno menambahkan, Peringatan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang menjadi momentum memperkuat komitmen pembangunan daerah, termasuk peningkatan kualitas pendidikan. Sejalan dengan tema Hari Jadi tahun ini,

"Ketahanan Pangan Tangguh, SDM Unggul, Infrastruktur Andal untuk Rembang Sejahtera," pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak usia dini.

"Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, menyenangkan, inklusif, dan mampu memberikan ruang tumbuh yang optimal bagi setiap anak. Anak-anak inilah yang kelak akan menjadi generasi penerus yang membawa Kabupaten Rembang semakin maju dan sejahtera," katanya.

Harno menutup sambutan dengan mengucapkan selamat kepada seluruh peserta dan mengajak guru serta orang tua terus memberikan dukungan dan semangat kepada anak-anak.

"Semoga kegiatan ini memberikan pengalaman berharga dan menjadi bagian dari perjalanan tumbuh kembang anak-anak Kabupaten Rembang. Teruslah belajar, berkarya, dan tumbuh menjadi generasi Rembang yang sehat, cerdas, kreatif, berkarakter, dan membanggakan. Semoga bisa dilaksanakan setiap tahun, semakin banyak semakin bagus," pungkasnya. (noe/ali) 

Editor : Ali Mustofa
disndikpora rembang unjuk kreativitas Radar Kudus Festival Mewarnai