REMBANG – Sebanyak 336 anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari berbagai wilayah di Kabupaten Rembang bersiap menunjukkan kreativitasnya dalam babak final Festival Mewarnai.
Kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Rembang bersama Jawa Pos Radar Kudus tersebut berlangsung di Gedung Balai Kartini Rembang.
Festival ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan, imajinasi, sekaligus kreativitas sejak usia dini.
Selain itu, kegiatan tersebut turut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang serta Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Ratusan peserta yang tampil di babak final merupakan hasil seleksi dari 820 satuan lembaga PAUD yang tersebar di 14 kecamatan.
Lembaga tersebut meliputi taman kanak-kanak (TK), kelompok bermain (KB), hingga satuan pendidikan anak usia dini lainnya.
Sebelum mencapai babak puncak, peserta terlebih dahulu mengikuti seleksi di tingkat kecamatan.
Dari setiap kecamatan kemudian dipilih enam peserta terbaik sesuai kategori untuk mengikuti final yang dipusatkan di Gedung Balai Kartini Rembang.
Kepala Dindikpora Rembang Achmad Sholchan melalui Kasi Sarpras dan Kelembagaan PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Adi Sucipto berharap masing-masing satuan pendidikan dapat mempersiapkan perwakilan terbaiknya untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Babak final Festival Mewarnai turut dihadiri Bupati Rembang Harno, Bunda PAUD Rembang, Wakil Bunda PAUD Rembang, serta Bunda PAUD dari tingkat kecamatan.
Perwakilan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak (IGTK) dan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) juga ikut mendukung pelaksanaan kegiatan.
Manajer Bisnis Jawa Pos Radar Kudus Ugik WP menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Dindikpora Rembang dalam menggelar festival tersebut.
Menurutnya, kegiatan serupa sebelumnya telah dilaksanakan di sejumlah daerah yang masuk wilayah edar Radar Kudus, sedangkan Rembang menjadi salah satu daerah yang baru pertama kali mengadakan kegiatan tersebut.
“Kami menyambut positif kerja sama ini. Di sejumlah daerah wilayah edar Radar Kudus, kegiatan serupa sudah dilaksanakan. Untuk Rembang, ini menjadi pelaksanaan perdana dan antusiasmenya cukup baik,” kata Ugik.
Ia menjelaskan, konsep kegiatan sengaja dibuat dalam bentuk festival, bukan perlombaan yang semata-mata berorientasi pada perolehan juara.
Hal tersebut karena tujuan utama kegiatan adalah memberikan pengalaman kepada anak-anak untuk berani tampil dan mengikuti kegiatan di tingkat kabupaten.
Menurut Ugik, kesempatan tampil di Gedung Balai Kartini juga menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak.
Mereka tidak hanya mengembangkan kemampuan mewarnai, tetapi juga belajar tampil percaya diri di hadapan orang lain.
“Festival ini bukan hanya mencari siapa yang menjadi juara. Kami ingin memberikan pengalaman kepada anak-anak agar berani menunjukkan kemampuan mereka. Harapannya, mereka tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri dan percaya diri,” jelasnya.
Ugik berharap Festival Mewarnai PAUD di Rembang dapat menjadi agenda yang terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Rembang, Dindikpora, IGTK, serta Himpaudi yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Dengan adanya festival ini, anak-anak PAUD tidak hanya mendapatkan ruang untuk menyalurkan kreativitas, tetapi juga memperoleh pengalaman baru dalam mengikuti kegiatan berskala kabupaten.
Semangat kebersamaan dan keberanian untuk tampil menjadi nilai penting yang diharapkan terus tumbuh sejak usia dini. (noe)
Editor : Ali Mustofa