Disambangi Wabup Rembang, Siswa Sekolah Rakyat Ingin Segera Belajar Mengaji

Ali Mustofa • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:06 WIB
TAMPUNG ASPIRASI: Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro bersama Kemenag berdiskusi dan beri arahan kepada siswa SR Kaliombo, Sulang, kemarin. (PEMKAB REMBANG UNTUK RADAR KUDUS)
TAMPUNG ASPIRASI: Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro bersama Kemenag berdiskusi dan beri arahan kepada siswa SR Kaliombo, Sulang, kemarin. (PEMKAB REMBANG UNTUK RADAR KUDUS)

REMBANG – Memasuki hari ke-11 pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), para siswa Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Kabupaten Rembang mulai menyampaikan harapan mereka terkait pembinaan keagamaan.

Setelah lebih dari sebulan tinggal dan mengikuti aktivitas di asrama, sejumlah siswa mempertanyakan kapan kegiatan mengaji dan pembelajaran agama mulai dilaksanakan.

Aspirasi tersebut mendapat perhatian dari Wakil Bupati Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro’.

Bersama Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Rembang M. Mukhson, Gus Hanies langsung mendatangi Sekolah Rakyat yang berada di Desa Kaliombo, Kecamatan Sulang.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi secara langsung sekaligus membahas pola pembinaan keagamaan yang nantinya diterapkan kepada para siswa.

Kemenag Rembang menyatakan kesiapannya untuk mengerahkan penyuluh agama dari empat wilayah terdekat, yakni Kecamatan Sulang, Gunem, Bulu, dan Rembang.

“Anak-anak menanyakan kapan mulai mengaji. Saya ajak Kepala Kemenag melihat langsung kondisi lapangan untuk menentukan langkah tindak lanjutnya,” ujar Gus Hanies.

Pada tahap awal, pembinaan akan diarahkan pada kemampuan baca tulis Alquran serta pengenalan pengetahuan agama yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Program tersebut diharapkan dapat melengkapi pembelajaran akademik yang sudah diberikan kepada siswa selama berada di Sekolah Rakyat.

Selain menggandeng Kemenag dalam pembinaan keagamaan, Pemerintah Kabupaten Rembang juga melibatkan Koramil Sulang untuk membantu membentuk kedisiplinan para siswa.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun karakter peserta didik secara lebih menyeluruh.

Gus Hanies menegaskan bahwa pendidikan di Sekolah Rakyat tidak semata-mata diarahkan pada pencapaian akademik.

Menurutnya, pembentukan karakter, mental, kedisiplinan, serta penguatan spiritual juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan para siswa.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para wali asuh dan pengelola asrama yang selama ini mendampingi siswa sepanjang waktu.

Pendampingan tersebut dinilai memiliki peran penting dalam membantu siswa beradaptasi dengan kehidupan sekolah sekaligus membangun kebiasaan positif selama tinggal di asrama. (noe)

Editor : Ali Mustofa
pelaksanaan mpls kedisiplinan siswa pembelajaran akademik kemenag Sekolah Rakyat