Bupati Rembang Harno Raih Penghargaan Radar Kudus Award 2026 Bidang Pengairan dan Ketahan Pangan

Ali Mahmudi • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 18:57 WIB

GALIH ERLAMBANG/RADAR KUDUS
APRESIASI: Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi menyerahkan piala penghargaan Radar Kudus Award 2026 kepada Bupati Rembang Harno atas dedikasinya dalam program pengairan dan ketahanan pangan, Jumat (7/ 8).
GALIH ERLAMBANG/RADAR KUDUS
APRESIASI: Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi menyerahkan piala penghargaan Radar Kudus Award 2026 kepada Bupati Rembang Harno atas dedikasinya dalam program pengairan dan ketahanan pangan, Jumat (7/ 8).
 

REMBANG – Bupati Rembang Harno menerima penghargaan kategori Kepala Daerah Peduli Penanganan Masalah Pengairan dan Ketahanan Pangan dalam ajang Radar Kudus Award 2026 di Kudus, Jumat (7/8).

Piala dan piagam penghargaan diserahkan langsung Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi kepada Harno. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen Pemkab Rembang menangani persoalan pengairan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Komitmen itu diwujudkan lewat program pemenuhan air bersih dan penguatan sektor pertanian untuk mendongkrak produktivitas serta kesejahteraan petani. Upaya ini berjalan melalui sinergi Pemkab Rembang dengan pemerintah pusat dalam pengelolaan sumber daya air dan pengembangan pertanian.

”Untuk pengairan, kita berupaya membuat tambahan sumber air lewat pembuatan sumur bor dan embung-embung,” ujar Harno usai menerima penghargaan.

Proyek Air Baku dan Irigasi Terus Bergulir

Sejumlah proyek irigasi untuk air baku dan pertanian tengah berjalan, salah satunya bersinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui pembangunan infrastruktur sumber daya air (SDA) berupa tampungan air kapasitas besar.

Salah satunya long storage di Kalipang, Kecamatan Sarang, yang telah rampung. Menyusul tahun ini, pembangunan embung baru di Desa Kaliombo, Kecamatan Sulang, tengah berjalan dengan anggaran pembebasan lahan Rp 31,5 miliar dan anggaran fisik Rp 24 miliar dari Kementerian PU.

”Sekarang progresnya sudah berjalan, nanti air bakunya ditindaklanjuti PDAM Rembang. Ditargetkan rampung Desember 2026,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Rembang, Maryosa.

Embung tersebut disiapkan untuk irigasi dan air baku, khususnya kebutuhan PDAM.

Kurangi Banjir Tahunan di Rembang Timur

Sementara long storage Sungai Pang di Kalipang, Sarang, yang telah diresmikan sekitar setengah tahun lalu, ke depan diarahkan untuk irigasi, air minum, sekaligus mengurangi banjir tahunan yang kerap melanda wilayah Rembang timur. Namun normalisasi lanjutan di bagian hilir belum terealisasi.

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana berencana melakukan normalisasi tersebut guna meningkatkan kapasitas tampung dari 40.000 meter kubik menjadi 60.000 meter kubik, bahkan berpotensi hingga 100.000 meter kubik.

Untuk pembebasan lahan ke arah hulu, Pemkab telah membebaskan 9 petak tahun ini dari total 3 petak dan bondo desa yang dibebaskan sebelumnya. Penahan dinding sepanjang sekitar 3,5 kilometer juga perlu diperbaiki.

”Kemarin dari anggaran yang ada, kita bebaskan 9 petak. Tahun ini kita bebaskan lagi, agar kalau ada anggaran dari pusat tinggal jalan,” harapnya.

Sejumlah Embung Lain Masih Tahap Perencanaan

Selain itu, Pemkab tengah menggarap sejumlah embung lain. Embung Trenggulunan masih dalam proses Detail Engineering Design (DED) dan pembebasan lahan untuk mendukung irigasi serta air baku di sekitar Pancur.

Embung di Kecamatan Sarang juga masih tahap DED dan appraisal tanah, sementara Embung Pasedan dan Karangasem (Bulu) baru memasuki tahap DED. Pemkab Rembang menegaskan akan terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan air secara maksimal. (noe/ali)

 

Editor : Ali Mahmudi
Radar Kudus Award 2026 pemkab rembang Rembang hari ini Harmonis Bupati Rembang Harno