Ketua Satgas MBG Kabupaten Rembang sekaligus Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro'
REMBANG – Kasus diare massal yang diduga terkait konsumsi makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Rembang terus meluas. Jumlah siswa terdampak melonjak dari 136 menjadi 295 orang, tersebar di tiga sekolah yang sama-sama menerima menu dari satu dapur, yakni SPPG Mondoteko 3. Layanan SPPG tersebut kini dihentikan sementara.
Ketua Satgas MBG Kabupaten Rembang sekaligus Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro', membenarkan penghentian layanan SPPG Mondoteko 3 sembari menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel menu MBG yang telah diambil. Hasil lab diperkirakan keluar dalam 2-3 hari.
"Per hari ini (Rabu, 6/8) sudah tidak melakukan pelayanan SPPG tersebut. Meskipun belum bisa dipastikan keracunan dari menu MBG atau tidak, karena hanya ada dua sekolahan yang terdampak," kata Gus Hanies kepada awak media.
Gus Hanies merinci dua sekolah yang mula-mula terkonfirmasi, yakni SMPN 5 Rembang dan SD Nawawiyah. Keduanya berada di Kecamatan Rembang. Penyebab pasti diare massal ini belum diketahui lantaran hasil laboratorium belum keluar.
"Dari Dinkes juga bagian dari Satgas MBG. Per hari ini ada tiga yang dirawat inap dan kondisinya sudah membaik, tinggal menunggu pulang," terangnya.
Kasi Informasi RSUD dr R Soetrasno Rembang, M Nur Achdi Yustanto, mengatakan pasien anak-anak mulai masuk IGD sejak Selasa (5/8) dengan keluhan gangguan pencernaan. "Pasien anak-anak masuk IGD sejak kemarin dengan keluhan ada masalah di sistem pencernaan. Ada 17 anak, 12 rawat jalan dan 5 rawat inap. Pemeriksaan dan penanganan pasien berdasar keluhan pasien saat diperiksa, dan medis belum dapat memastikan apakah keluhan ini karena keracunan makanan atau penyebab lain. Secara kebetulan pasien-pasien ini berasal dari sekolah yang sama," katanya.
Sementara itu, Penanggung Jawab (PIC) MBG dari Dindikpora Rembang yang juga Kabid Pembinaan SMP, Ngadiyono, mengaku telah berkeliling bersama Dinkes meninjau tiga sekolah terdampak, yakni SD Nawawiyah, SMPN 5 Rembang, dan SMP Nawawiyah.
"Kita meninjau bersama Dinkes. Kalau ada keluhan diare, Dinkes langsung menyiapkan obat bagi siswa maupun guru dan kepala sekolah yang masuk," katanya.
Ngadiyono membenarkan jumlah siswa yang mengalami diare massal terus bertambah dari 136 menjadi 295 orang. Rinciannya, SMPN 5 Rembang 253 orang, SD Nawawiyah 30 orang, dan SMP Nawawiyah 12 orang. Ketiga sekolah tersebut kebetulan sama-sama menerima menu dari satu dapur SPPG yang sama.
Editor : Ali Mahmudi