Usai Tes PJOK, Siswi SMPN 2 Rembang Meninggal Dunia

Ali Mahmudi • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 08:50 WIB
BERDUKA: Keluarga besar SMPN 2 Rembang berduka atas meninggalnya Cantika Dhia Syarafana kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
BERDUKA: Keluarga besar SMPN 2 Rembang berduka atas meninggalnya Cantika Dhia Syarafana kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

REMBANG – Duka mendalam menyelimuti SMPN 2 Rembang. Cantika Dhia Syarafana, siswi kelas VII.1 asal Desa Pedak RT 02 RW 03, Kecamatan Sulang, meninggal dunia usai mengikuti kegiatan olahraga di sekolah.

Cantika merupakan anak dari pasangan Zaenuri dan Wiwik. Nyawanya tak tertolong meski sempat dilarikan ke rumah sakit.

Kronologi kejadian bermula dari keterangan Agung Sarwono, guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) kelas VII, kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (3/8).

Kegiatan olahraga yang diikuti 32 siswa itu berlangsung sekira pukul 09.00, dimulai dengan presensi kehadiran.

”Olahraga jam ke-4. Siswa saya absen dahulu, semua masuk semua,” kata Agung.

Sebagai bagian dari SOP, Agung mengaku telah mengonfirmasi riwayat kesehatan para siswa baru sebelum kegiatan dimulai — termasuk kemungkinan cedera tangan atau kaki yang mengharuskan mereka absen dari olahraga berat.

Hasilnya, tak ada catatan riwayat penyakit apa pun.

Pukul 09.40, seluruh siswa termasuk Cantika sempat beristirahat di kantin sekolah sebelum kembali berkumpul di lapangan untuk sesi jam ke-5.

Di sesi inilah, siswa kelas VII, VIII, dan IX dijadwalkan menjalani tes jasmani, salah satunya lari bolak-balik sejauh sekitar 10 meter dengan penanda cone sebagai batas lintasan.

Naas, saat gilirannya tiba di urutan terakhir, kaki Cantika tersandung.

”Berpasangan. Jaraknya jauh, biar tidak berdempetan. Lintasan satu kali dan balik kakinya terserimpet. Lalu terjatuh, bagian kepala dulu jatuhnya dan kena paving,” ungkap Agung.

Agung yang berada di lapangan langsung bergegas menolong.

Ia mendapati Cantika sudah tak sadarkan diri, dengan suara mirip dengkuran saat dipegang, tanda yang membuatnya panik dan segera meminta bantuan.

Guru olahraga lain, Iwan, turut turun tangan. Petugas kebersihan sekolah, Aris, juga sigap mengambil sepeda motor untuk evakuasi darurat. Bersama-sama, mereka membopong Cantika dan melarikannya ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD dr R Soetrasno, Rembang.

”Di UGD masih ada denyut. Tapi jantungnya katanya sudah bagaimana, saya tidak paham secara medis,” kata Agung.

Setelah dinyatakan meninggal dunia, Agung bersama jajaran guru lainnya langsung bertolak ke rumah duka.

Hingga berita ini diturunkan, pihak rumah sakit belum memberikan keterangan teknis resmi terkait penyebab pasti kematian.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 2 Rembang, Wiyono, menegaskan tak ada unsur kekerasan dari pihak guru dalam peristiwa tersebut. ”Murni musibah di sekolahan,” tegasnya.

Sekolah pun mengambil kebijakan memulangkan seluruh siswa lebih awal kemarin.

”Semua bapak ibu guru serta warga SMPN 2 Rembang masih dirumah duka,” pungkasnya. (noe/ali)

Editor : Ali Mahmudi
cantika siswa smpn2 rembang md PJOK dindikpora rembang Rembang hari ini polres rembang