Jatuh Saat Tes PJOK, Siswi SMPN 2 Rembang Meninggal: Polisi Dalami Dugaan Lemah Jantung

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 17:14 WIB
BERI PENJELASAN: Kapolres Rembang, AKBP Muhammad Solikhin Fery angkat suara seputar kronologi siswa terjatuh dan meninggal usai tes PJOK, kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
BERI PENJELASAN: Kapolres Rembang, AKBP Muhammad Solikhin Fery angkat suara seputar kronologi siswa terjatuh dan meninggal usai tes PJOK, kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

REMBANG – Kematian seorang siswi SMPN 2 Rembang setelah mengikuti tes Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) menjadi perhatian kepolisian. Polisi belum menyimpulkan satu penyebab pasti kematian korban dan masih mendalami rangkaian kejadian, termasuk kondisi kesehatan serta benturan yang dialami korban saat terjatuh.

Kapolres Rembang AKBP Muhammad Solikhin Fery mengatakan, peristiwa tersebut terjadi ketika korban, Cantika Dhia Syarafana, siswi kelas VII.1 SMPN 2 Rembang, mengikuti kegiatan olahraga di lingkungan sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, siswa menjalani sejumlah tes jasmani. Salah satunya berupa lari bolak-balik dengan jarak sekitar 10 meter.

Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun kepolisian, Cantika mendapat giliran terakhir dalam pelaksanaan tes. Saat menjalani aktivitas tersebut, korban disebut tersandung hingga kehilangan keseimbangan dan terjatuh.

Bagian kepala korban kemudian membentur permukaan paving. Setelah kejadian itu, korban mengalami memar pada bagian dahi serta luka lecet ringan di sekitar hidung.

Guru PJOK kelas VII, Agung Sarwono, sebelumnya menjelaskan bahwa korban sempat menjalani tes jasmani seperti siswa lainnya. Setelah terjatuh, kondisi korban kemudian mendapat perhatian dan pertolongan sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit.

Cantika kemudian dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. R. Soetrasno Rembang untuk mendapatkan penanganan medis.

Saat tiba di rumah sakit, kondisi denyut nadi korban disebut sudah lemah. Tim medis kemudian melakukan tindakan resusitasi jantung paru (RJP). Namun, upaya pertolongan tersebut tidak berhasil.

Sekitar 10 menit setelah mendapatkan penanganan, korban dinyatakan meninggal dunia.

Peristiwa tersebut kini masih didalami polisi. Kapolres Rembang AKBP Muhammad Solikhin Fery mengatakan pihaknya tidak ingin terburu-buru menyimpulkan penyebab kematian hanya berdasarkan kronologi awal.

Menurutnya, informasi sementara yang diterima mengarah pada dugaan kondisi jantung korban. Namun, polisi masih meminta keterangan dari pihak medis untuk memastikan faktor yang menyebabkan korban meninggal dunia.

“Informasi awal karena lemah jantung. Masih minta keterangan pihak dokter terkait masalah penyebab kematian korban sendiri. Salah satunya benturan,” ujar AKBP Fery kepada awak media di Mapolres Rembang, Selasa (4/8/2026).

Dengan demikian, dugaan lemah jantung maupun dampak benturan akibat terjatuh masih menjadi bagian dari informasi yang sedang diverifikasi. Polisi masih berupaya memperoleh gambaran lengkap mengenai kondisi korban sebelum, saat, dan setelah mengikuti tes PJOK.

AKBP Fery menyebut peristiwa tersebut untuk sementara dipandang sebagai kejadian ketika seorang siswa terjatuh saat mengikuti kegiatan olahraga. Namun, penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada faktor lain yang berkaitan dengan kematian korban.

“Sepanjang nanti ditemukan ada unsur pidana tentu melakukan langkah-langkah penyidikan lebih lanjut. Sampai saat ini masih diperdalam apakah ditemukan unsur pidana atau tidak,” kata Fery.

Polisi juga telah meminta keterangan dari sejumlah pihak yang mengetahui kejadian. Guru yang berada dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu pihak yang telah diklarifikasi untuk mengetahui secara rinci bagaimana tes berlangsung, bagaimana korban terjatuh, serta tindakan yang dilakukan setelah insiden.

Langkah tersebut dilakukan untuk membuat rangkaian peristiwa menjadi terang dan memastikan setiap informasi yang beredar sesuai dengan fakta di lapangan.

Di sisi lain, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang juga mengambil langkah evaluasi setelah kejadian tersebut.

Kepala Dindikpora Rembang Achmad Sholchan mengaku terkejut sekaligus prihatin setelah mengetahui seorang siswa meninggal dunia setelah mengikuti kegiatan olahraga di sekolah.

Menurutnya, kejadian tersebut menjadi peringatan penting agar pelaksanaan pembelajaran PJOK di sekolah semakin memperhatikan aspek keselamatan siswa.

Dindikpora berencana mengumpulkan seluruh guru PJOK di Kabupaten Rembang. Pertemuan tersebut akan digunakan untuk mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran olahraga, menggali persoalan yang mungkin muncul di lapangan, sekaligus mencari langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Dengan kejadian di SMPN 2 Rembang, kami akan mengambil langkah-langkah segera kumpulkan seluruh guru PJOK untuk bisa berhati-hati dalam proses pembelajaran. Nanti akan digali permasalahan-permasalahan yang terjadi di lapangan dan solusinya seperti apa,” ujar Achmad Sholchan.

Ia berharap kejadian tersebut menjadi yang pertama sekaligus terakhir terjadi di Kabupaten Rembang maupun di Indonesia.

Achmad juga menegaskan bahwa tidak ada pihak yang menghendaki peristiwa tersebut terjadi. Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.

Selain evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran PJOK, Dindikpora juga memastikan guru terkait akan dimintai penjelasan mengenai kronologi kejadian. Keterangan tersebut diperlukan sebagai bagian dari evaluasi dan penyusunan langkah preventif ke depan.

Kasus ini pun kini berada dalam dua jalur penanganan. Kepolisian masih mendalami penyebab kematian dan kemungkinan adanya unsur pidana, sementara Dindikpora melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan olahraga di sekolah.

Hingga proses pendalaman selesai, informasi mengenai dugaan lemah jantung maupun dampak benturan akibat terjatuh belum dapat diposisikan sebagai kesimpulan tunggal penyebab kematian. Kepastian mengenai faktor medis yang menyebabkan Cantika meninggal masih menunggu hasil penjelasan dan pemeriksaan dari pihak terkait. (noe/mah)

Editor : Mahendra Aditya
siswi SMP Rembang meninggal tes PJOK Rembang Cantika Dhia Syarafana kapolres rembang smpn 2 rembang