TUNGGU EVAKUASI: Kapal Titan 560 Batam terdampar sejak Senin (3/8) dini hari lalu masih menunggu evakuasi kemarin.
REMBANG – Kapal tongkang Titan 560 Batam terdampar di tepi pantai Desa Sluke, RT 03 RW 03, Kecamatan Sluke, Senin (3/8) dini hari. Kapal tanpa muatan itu kandas akibat cuaca buruk di perairan Laut Jawa.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, kapal tunda (tugboat) Titan 560 Batam beserta tongkangnya semula melego jangkar di tengah laut, sekitar 4 mil dari Pelabuhan Tanjung Bonang, Sluke, Minggu (2/8) sekitar pukul 16.00. Kapal itu menunggu giliran sandar di pelabuhan.
Memasuki dini hari, sekitar pukul 01.00, perairan Sluke diterjang angin kencang disertai gelombang tinggi. Kondisi itu membuat tongkang larat hingga akhirnya kandas di tepi pantai.
Akibat kejadian tersebut, pipa pengairan tambak milik H. Yanto, warga Desa Sluke RT 03 RW 03, rusak. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp10 juta. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Kapal tongkang tersebut diketahui milik PT Trans Power Marine Tbk, yang berkantor di Gedung Centennial Tower Lantai 26, Jalan Gatot Subroto Kav 24-25, Jakarta Selatan.
Kepala Desa Sluke Tulus Priyo, 53, membenarkan kejadian tersebut. Keterangan senada disampaikan warga setempat, Arifin alias Karjo, 49.
Terdamparnya tongkang ini diduga murni akibat cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi di Laut Jawa. Pihak terkait mengimbau agar segera dilakukan koordinasi antara pemilik kapal, Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Rembang, dan instansi terkait guna mempercepat evakuasi tongkang.
Plt Kapolsek Sluke Iptu Rudiyanto menyampaikan, posisi kapal tongkang sebenarnya hendak bersandar, namun harus antre karena posisi di Pelabuhan Tanjung Bonang Sluke penuh. Malam Senin sekitar dini hari, ombak besar datang dan kapal terseret arus.
“Kita cuma pelaporan dan penanganan. Mau evakuasi menunggu air pasang. Saat ini surut, nanti mereka yang evakuasi,” imbuhnya. (noe/ali)
Editor : Ali Mahmudi