REMBANG – Kebakaran hebat melanda galangan kapal di Desa Sendangmulyo, Kecamatan Sarang, Minggu dini hari (2/8). Tidak ada korban jiwa, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp 7 miliar setelah kapal yang hampir rampung dibangun ikut ludes terbakar.
Api pertama kali terlihat sekitar pukul 01.30 WIB di galangan kapal milik Muklisin, warga Desa Sendangmulyo RT 06 RW 01. Kapal yang terbakar merupakan milik Muhammad Zahwa Sidiqi, 24, warga Desa Bulu Jowo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban.
Kapolsek Sarang AKP Yuli Sri Mulyani membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan, pemilik kapal saat itu berada di rumah saat dihubungi saksi Pasha, 22, warga Sarang Meduro. "Kemudian korban menuju lokasi untuk mengecek kondisi di lokasi kejadian bersama saksi Pasha dan satunya pengawas kapal Multazam," ujar AKP Yuli.
Pengawas kapal, Multazam, 49, asal Bajingjowo, sempat mengecek lokasi Sabtu malam sekitar pukul 21.00 WIB dan kondisi masih aman. AKP Yuli menambahkan bahwa api diketahui berasal dari sebelah barat kapal, namun penyebab pastinya masih didalami. "Penyebab kebakaran belum bisa dipastikan, namun dimungkinkan kebakaran berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan di sekitar lokasi galangan kapal," katanya.
Proses pemadaman mulai dilakukan pukul 02.15 WIB. "Pada pukul 02.15 Wib telah dilakukan proses pemadaman api yang dilakukan oleh Tim Damkar BPBD Rembang bersama warga sekitar," kata AKP Yuli. Api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar dua jam, sekitar pukul 04.00 WIB, meski proses pendinginan berlanjut hingga pagi. Petugas Polsek dan Koramil turut membantu mengatur lalu lintas di jalur Pantura selama proses pemadaman.
Anggota Damkar Rembang, Syaiful Halim, menjelaskan lokasi galangan yang berada di tepi pantai mempersulit proses pemadaman. "Alhamdulillah kebakaran tidak merembet ke kapal kedua dan ketiga, bisa kita sekat," katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Sempat terdengar suara ledakan saat kebakaran berlangsung, diduga berasal dari tabung las yang digunakan untuk pipa freezer kapal, dari total delapan tabung yang ada di lokasi.
Kapal berbahan kayu Kalimantan berukuran 19x8 meter itu sebelumnya sudah rampung sekitar 80 persen. "Untuk kapal tinggal proses akhir, untuk pengecatan. Mesin sudah terpasang. Perkiraan satu bulan lagi sudah melaut," ujar Syaiful.
Pemilik kapal disebut telah mengikhlaskan kejadian ini sebagai musibah dan tidak akan menempuh jalur hukum. (noe/ali)
Editor : Ali Mahmudi