Tangis Berubah Jadi Senyum, 225 Siswa Resmi Jalani MPLS Perdana di Sekolah Rakyat Rembang

Ali Mustofa • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 08:37 WIB
DILAUNCHING: Suasana pembukaan MPLS perdana SR di Kaliombo, Sulang ditandai pelepasan balon. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
DILAUNCHING: Suasana pembukaan MPLS perdana SR di Kaliombo, Sulang ditandai pelepasan balon. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

REMBANG – Menangis hingga bahagia. Potret itu, mewarnai saat pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Rembang kemarin.

Total peserta didik ada 225 siswa. Meliputi, 10 siswa dari jenjang SD, 95 siswa jenjang SMP, dan 120 jenjang SM,A

Selain dari Rembang, ke marin pagi ada rombongan bus yang mengantar 30 murid dari SR Kabupaten Blora untuk dititipkan.

Mereka di dampingi orang tua maupun kerabat dengan membawa koper.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus kemarin pagi, gedung SR Desa Kaliombo, Sulang, ramai siswa, orang tua, dan tamu undangan.

Sebelum MPLS berjalan, peserta didik menjalani serangkaian cek kesehatan gratis (CKG).

Seperti pengukuran berat badan dan pemeriksaan mata oleh tim dokter Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang. Juga didatangkan psikolog.

Pada hari pertama itu, para murid mendapatkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berupa nasi putih, lauk ayam goreng, tumis, serta buah semangka. 

Devita, salah satu siswi SR asal Rembang jenjang SMA mengaku mempersiapkan MPLS ini, dengan menjaga kesehatan. 

DENGARKAN ARAHAN: Peserta didik SR Rembang jenjang SD sempat terharu hingga menangis saat launching MPLS di aula gedung SR Rembang kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
DENGARKAN ARAHAN: Peserta didik SR Rembang jenjang SD sempat terharu hingga menangis saat launching MPLS di aula gedung SR Rembang kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Sejumlah baju dan perlengkapan salat di bawa. Selanjutnya menyesuaikan tinggal di asrama yang dirasakan kali pertama.

“Kebetulan ada teman satu kampung. Dari Desa Pacing, Kecamatan Sedan. Dulu sekolah di SMPN 3 Pamotan,” akunya.

Orang tua Devita senang, dia bisa sekolah di SR. Kebetulan bapaknya bekerja serabutan dan ibunya mengurus rumah tangga.

Harapannya, bisa melatih kemandirian dan menggapai cita-citanya menjadi perawat.

Hal lain dikatakan Endang, salah satu ibu murid. Dia senang saat anaknya resmi masuk.

Harapannya, kelak mental dan kemandirian anak terbentuk.

“Di luar anak saya sempat di-bullying, karena SR sekolah bagi orang miskin. Tapi saya mantap anak saya sekolah di SR. Pertama mental supaya terbentuk. Di asrama agar mandiri dan disiplin. Harapannya, anak bisa mengejar impian dan mengangkat derajat orang tua,” harap ibu asal Lasem ini.

Di sela CKG, ada tamu undangan dari Forkopimda Rembang room tour melihat ruang kelas.

Di dalamnya, selain ada meja-kursi baru, juga dilengkapi kipas angin model gantung.

Sedangkan di ruang asrama, ruang pengawas dilengkapi kamar mandi dalam dengan bentuk apik.

Sementara kantin untuk makan bersama, ruangannya luas.

Kepala SR Terintegrasi 1 Rembang Wahyu Tri Setiabudi mengatakan, pada 31 Juli siswa sudah mulai masuk.

Terdiri jenjang SD, SMP, dan SMA. Dengan total 225 murid.

“Mereka antusias sejak pagi. Kata mereka gedungnya besar dan senang dapat teman baru. Tampak ekspresi wajah ceria. Lalu makan di kantin meriah sekali,” kata pria Grobogan ini.

Dia menuturkan, di SR ini, ada fasilitas labolatorium penunjang lengkap dan sesuai standar nasional.

Lalu ada UKS, lapangan mini soccer standar FIFA, lapangan basket, dan lapangan voli standar internasional. (noeO

Editor : Ali Mustofa
pembukaan mpls peserta didik rembang Sekolah Rakyat