REMBANG – Semarak peringatan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang tak hanya dirasakan masyarakat umum, tetapi juga anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Ribuan peserta dari kelompok bermain (KB) dan taman kanak-kanak (TK) mengikuti Festival Mewarnai yang digelar hasil kolaborasi Jawa Pos Radar Kudus bersama Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang.
Pelaksanaan tahap penyisihan dimulai di masing-masing lembaga PAUD sebagai seleksi tingkat sekolah dan kecamatan.
Para peserta terlihat antusias menuangkan kreativitas mereka di atas media gambar yang dicetak pada lembaran koran.
Dengan membawa perlengkapan mewarnai sendiri, anak-anak tampak menikmati setiap proses, baik yang menggunakan meja maupun duduk lesehan bersama teman-temannya.
Peserta terbaik dari setiap kecamatan nantinya akan melaju ke babak final yang dijadwalkan berlangsung di Balai Kartini Rembang.
Seluruh rangkaian lomba disusun sesuai kategori usia sehingga proses penilaian dapat berjalan objektif dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta.
Pelaksanaan penyisihan turut dipantau langsung oleh Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Dindikpora Rembang, Sri Wahyu Sedjati, didampingi Kepala Seksi Sarana Prasarana dan Kelembagaan PAUD dan Dikmas, Adi Sucipto.
Hadir pula Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi bersama General Manager Radar Kudus Zainal Abidin, Manajer Periklanan Radar Kudus Ugik WP, Ketua Panitia Festival Mewarnai Darul Ismawan, serta Kepala Biro Radar Kudus Rembang Ali Mahmudi.
Direktur Jawa Pos Radar Kudus, Baehaqi, mengaku terkesan dengan tingginya antusiasme peserta dari berbagai PAUD di Kabupaten Rembang.
Menurutnya, semangat anak-anak dalam mengikuti lomba menunjukkan bahwa kegiatan kreatif seperti ini mendapat sambutan positif dari sekolah maupun orang tua.
Sementara itu, Manajer Periklanan Jawa Pos Radar Kudus, Ugik WP, menyampaikan apresiasi kepada Dindikpora Rembang, Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi), serta Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) yang telah mendukung kelancaran penyelenggaraan festival.
Ia menilai kegiatan tersebut menjadi wadah bagi anak-anak untuk berani mengekspresikan imajinasi dan kreativitas sejak dini.
Pengalaman mengikuti lomba diharapkan dapat menjadi momen berharga yang membangun rasa percaya diri mereka.
“Anak-anak juga hebat. Sudah berani mengekspresikan diri dalam kegiatan ini. Semoga bisa menjadi pengalaman yang tak terlupakan,” ungkapnya.
Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Dikmas Dindikpora Rembang, Sri Wahyu Sedjati, juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Festival Mewarnai. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai edukatif karena mampu melatih koordinasi motorik halus, merangsang kreativitas, sekaligus meningkatkan kemampuan konsentrasi anak-anak yang masih berada pada masa emas pertumbuhan.
“Festival Mewarnai sangat penting untuk melatih saraf motorik anak. Juga merangsang kreativitas siswa, sehingga nanti bisa meningkatkan konsentrasi. Anak TK saat ini, masih di usia emas. Jadi harus dipacu kreativitasnya,” katanya.
Ia berharap Festival Mewarnai tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Kabupaten Rembang, tetapi juga dapat berkembang menjadi agenda rutin setiap tahun.
Bahkan, kegiatan serupa dinilai layak digelar dalam momentum Hari Pendidikan Nasional sebagai sarana pembinaan kreativitas anak usia dini secara berkelanjutan.
“Kalau bisa acara ini (Festival Mewarnai, Red) tak hanya saat hari Jadi Kabupaten Rembang, tapi juga saat Hari Pendidikan Nasional,” harapnya. (noe
Editor : Ali Mustofa