RADAR KUDUS - Perayaan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang berlangsung semarak dengan menghadirkan perpaduan olahraga, budaya, dan kebersamaan masyarakat.
Ribuan warga tumpah ruah mengikuti rangkaian kegiatan yang digelar pada Minggu (26/7), mulai dari Rembang City Run pada pagi hari hingga Kirab Pusaka yang menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah dan perjalanan panjang daerah tersebut.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi ketika sekitar 3.700 peserta memadati lokasi start Rembang City Run. Ajang lari santai sejauh lima kilometer itu tidak hanya menjadi kegiatan olahraga massal, tetapi juga menjadi momentum mempererat kebersamaan warga sekaligus mengampanyekan semangat hidup sehat dan budaya antikorupsi.
Memasuki sore hari, perhatian masyarakat beralih ke kawasan Alun-alun Rembang. Ratusan hingga ribuan warga memadati sepanjang rute Kirab Pusaka untuk menyaksikan prosesi budaya yang telah menjadi tradisi tahunan dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Rembang.
Bupati Rembang Harno bersama Ketua TP PKK Kabupaten Rembang, Musringah Harno, turut berjalan dalam iring-iringan kirab yang dimulai dari Pendapa RA Kartini sekitar pukul 16.00 WIB. Rombongan kemudian melintasi Museum RA Kartini menuju Alun-alun Rembang sebelum mengelilingi kawasan pusat kota sebagai bagian dari prosesi sakral yang sarat makna sejarah.
Kirab diawali dengan penampilan kelompok penari yang menampilkan seni tradisional khas daerah. Di belakangnya menyusul rombongan Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani), para pegiat seni dan budaya, jajaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang, hingga Mas dan Mbak Rembang 2026 yang turut memperkuat nuansa pelestarian budaya lokal.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang, Isti Choma Wati, menjelaskan bahwa Kirab Pusaka merupakan agenda penting yang bertujuan menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah agar tetap dikenal oleh generasi muda.
Menurutnya, prosesi kirab bukan sekadar arak-arakan seremonial, melainkan memiliki filosofi mendalam sebagai bentuk penghormatan kepada para pemimpin terdahulu yang telah memberikan kontribusi besar bagi pembangunan Kabupaten Rembang.
Tahun ini terdapat nuansa berbeda dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Selain membawa pusaka daerah, kirab juga menampilkan foto-foto para bupati terdahulu sebagai simbol penghargaan atas dedikasi mereka dalam memimpin dan membangun Kabupaten Rembang dari masa ke masa.
Penghormatan tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah tidak terlepas dari estafet kepemimpinan yang terus berlanjut. Dengan menghadirkan dokumentasi para pemimpin sebelumnya dalam prosesi budaya, masyarakat diajak mengenang perjalanan sejarah sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap daerah.
Usai Kirab Pusaka, rangkaian Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang dilanjutkan dengan malam tirakatan. Tradisi tersebut diisi doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus harapan agar Kabupaten Rembang terus berkembang, masyarakatnya semakin sejahtera, dan pembangunan berjalan berkelanjutan.
Puncak peringatan Hari Jadi ke-285 dijadwalkan berlangsung pada Senin (27/7) melalui upacara resmi di Alun-alun Rembang. Setelah upacara, masyarakat akan disuguhi pertunjukan Tari Gondorio yang dibawakan sekitar 170 siswa SMP se-Kecamatan Rembang Kota. Selain itu, seni tradisional Sentharoog Indari Baruloka dari Kecamatan Sumber juga akan tampil sebagai bagian dari upaya menjaga kekayaan budaya lokal.
Sebelumnya, Rembang City Run menjadi pembuka kemeriahan perayaan. Kegiatan yang mengusung kategori Fun Run 5 Kilometer itu diprakarsai oleh Himpunan Keluarga Rembang (HKR) Jabodetabek bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Rembang serta Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Rembang.
Selain mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup sehat, kegiatan tersebut memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran ribuan peserta dan penonton meningkatkan aktivitas perdagangan di sekitar lokasi acara, mulai dari kuliner, minuman, hingga produk khas daerah.
Ketua Umum HKR Jabodetabek, Dr. Maryono, menyampaikan bahwa Hari Jadi Kabupaten Rembang merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen membangun daerah yang bersih, maju, dan sejahtera. Semangat antikorupsi yang diusung dalam kegiatan lari diharapkan menjadi budaya yang terus tumbuh di tengah masyarakat.
Sementara itu, Bupati Harno menegaskan bahwa olahraga harus menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia yang sehat menjadi fondasi penting dalam mendukung pembangunan daerah yang berdaya saing.
Ia juga memaparkan sejumlah indikator positif pembangunan Kabupaten Rembang. Pertumbuhan ekonomi daerah tercatat mencapai 5,77 persen. Sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian tumbuh sebesar 7,29 persen dengan kontribusi mencapai 22,82 persen terhadap perekonomian daerah. Di sisi lain, angka kemiskinan berhasil ditekan hingga turun 1,01 persen.
Capaian tersebut menjadi modal penting bagi Pemerintah Kabupaten Rembang untuk terus mempercepat pembangunan di berbagai sektor. Perayaan Hari Jadi ke-285 pun menjadi lebih dari sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum memperkuat persatuan masyarakat, melestarikan budaya, mendorong pola hidup sehat, serta menumbuhkan optimisme menuju Kabupaten Rembang yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.
Editor : Mahendra Aditya