RADAR KUDUS - Perayaan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang tahun ini tidak hanya diwarnai berbagai agenda budaya dan hiburan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Rembang bersama Jawa Pos Radar Kudus juga menghadirkan ruang kreatif bagi generasi paling muda melalui Festival Mewarnai PAUD yang melibatkan peserta dari berbagai kecamatan.
Ajang yang digelar berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan hari jadi daerah yang berfokus pada pengembangan kreativitas anak sejak usia dini. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukatif yang menggabungkan unsur seni, pembelajaran, dan pembentukan karakter.
Babak penyisihan festival mulai dilaksanakan pada Senin (27/7) di masing-masing sekolah peserta. Seluruh murid PAUD yang mengikuti kompetisi berkesempatan menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam mewarnai menggunakan media yang telah disiapkan panitia.
Nantinya, para peserta terbaik yang berhasil menjadi juara di tingkat kecamatan akan mewakili wilayahnya menuju babak final. Puncak kompetisi dijadwalkan berlangsung di Balai Kartini Rembang pada Agustus mendatang, yang diperkirakan akan menghadirkan suasana meriah dengan melibatkan keluarga peserta, guru, serta masyarakat.
Festival ini menjadi bukti bahwa peringatan Hari Jadi Kabupaten Rembang tidak hanya berorientasi pada seremoni, tetapi juga memberikan ruang tumbuh bagi anak-anak melalui aktivitas yang edukatif dan menyenangkan.
Seni mewarnai dipilih karena mampu menjadi media pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan koordinasi motorik halus, konsentrasi, kreativitas, hingga keberanian mengekspresikan ide.
Direktur Jawa Pos Radar Kudus, Baehaqi, turut menyapa langsung para peserta yang mengikuti babak penyisihan. Kehadirannya memberikan semangat kepada anak-anak sekaligus menunjukkan komitmen media dalam mendukung kegiatan pendidikan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Kepala Dindikpora Kabupaten Rembang, Achmad Sholchan, mengapresiasi sinergi antara pemerintah daerah dan media massa dalam menghadirkan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak usia dini.
Menurutnya, Bidang PAUD, TK, dan Kelompok Bermain (KB) Dindikpora Rembang bersama Jawa Pos Radar Kudus sengaja menghadirkan lomba mewarnai menggunakan media koran sebagai alternatif pembelajaran kreatif yang dekat dengan dunia anak sekaligus memperkenalkan media cetak sebagai sarana edukasi.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama festival ini bukan semata-mata mengejar gelar juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diarahkan untuk membangun rasa percaya diri, melatih keberanian tampil, meningkatkan kreativitas, sekaligus menanamkan semangat belajar sejak usia dini.
Pendekatan seperti ini sejalan dengan konsep pendidikan anak usia dini yang menempatkan proses belajar melalui aktivitas bermain sebagai metode utama. Berbagai penelitian pendidikan menunjukkan bahwa kegiatan seni, termasuk menggambar dan mewarnai, mampu membantu perkembangan kemampuan kognitif, emosional, sosial, hingga keterampilan motorik anak.
Selain menjadi ajang kompetisi, Festival Mewarnai juga mempererat kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, dan pemerintah daerah. Keterlibatan seluruh unsur tersebut dinilai penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif sehingga perkembangan anak dapat berlangsung secara optimal.
Momentum Hari Jadi Kabupaten Rembang ke-285 pun menjadi lebih bermakna karena melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak sebagai generasi penerus daerah. Melalui kegiatan kreatif seperti ini, nilai-nilai kebersamaan, semangat berkarya, sportivitas, dan kepercayaan diri mulai ditanamkan sejak dini.
Rangkaian Hari Jadi Rembang sendiri tahun ini diisi berbagai kegiatan, mulai dari kirab budaya, pertunjukan seni tradisional, hingga festival pendidikan yang bertujuan memperkuat identitas daerah sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat. Kehadiran Festival Mewarnai PAUD menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian karena memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menjadi panggung bagi lahirnya bibit-bibit kreatif masa depan Kabupaten Rembang.
Dengan berlanjutnya kompetisi menuju babak final di Balai Kartini, antusiasme peserta diperkirakan semakin meningkat. Festival ini diharapkan tidak hanya menjadi perlombaan tahunan, tetapi juga menjadi tradisi pendidikan yang mampu menginspirasi anak-anak untuk terus berkreasi, berani berkarya, dan mengembangkan potensi terbaik mereka sejak usia dini.
Editor : Mahendra Aditya