Jalan Mantap, Ekonomi Rembang Merambat Cepat

Ali Mahmudi • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 11:11 WIB
GEMINI IA BY ALI MAHMUDI
GEMINI IA BY ALI MAHMUDI

 

 

REMBANG – Momentum Hari Jadi Rembang tahun ini datang bersama kabar menggembirakan dari sektor infrastruktur. Tingkat kemantapan jalan kabupaten kini menembus 71,32 persen, naik dari sebelumnya yang masih di kisaran 70 persenan. Bukan cuma soal aspal mulus, di baliknya ada geliat ekonomi masyarakat yang ikut terdongkrak.

Kabar baik ini datang setelah Pemkab Rembang menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum (Kemenpu) lewat program Inpres Jalan Daerah (IJD). Tahun 2025-2026, tiga proyek besar sudah digarap: pelebaran jalan Sulang-Krikilan, rekonstruksi Tireman-Japereje, dan preservasi Landoh-Seren.

Belum puas sampai di situ, tahun ini Pemkab kembali tancap gas dengan mengajukan 9 ruas jalan strategis baru. Nilainya fantastis, tembus lebih dari Rp100 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Rembang, Maryosa, membeberkan sembilan ruas yang diusulkan tersebar di berbagai kecamatan: Kalipang-Lodan Wetan, Lodan Wetan-Bonjor, Bonjor-Sampung, Sampung-Tawangrejo, Kaliombo-Sudo, Dresi-Sekararum, Kedungrejo-Pasar Banggi, Pamotan-Trembes-Suntri, hingga akses menuju kawasan Sekolah Rakyat.

"Depan Sekolah Rakyat itu nanti ke barat. Nanti kita usulkan juga lewat IJD untuk memfasilitasi Sekolah Rakyat, walaupun itu jalan desa sebenarnya," ungkap Maryosa.

Salah satu ruas yang jadi sorotan adalah Kedungrejo-Pasar Banggi. Jalan ini disebut sebagai urat nadi ekonomi kawasan industri.

"Kedungrejo-Pasar Banggi akses vital. Pengguna jalannya semakin tinggi karena ada pabrik-pabrik dan aktivitas ekonomi yang berkembang," tegasnya.

Maryosa berharap besar seluruh usulan bisa disetujui pemerintah pusat agar pembangunan bisa direalisasikan tahun 2026 mendatang. "Semoga seluruh usulan ini bisa disetujui sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat," imbuhnya.

Anggaran Rutin Tetap Jalan

Di luar proyek besar itu, roda pemeliharaan jalan lewat APBD tetap berputar. Tercatat Rp 12 miliar disiapkan, terdiri dari Rp 10 miliar anggaran induk dan Rp 2 miliar hasil penggeseran. Hasilnya, pemeliharaan rutin sudah menyentuh 31,303 km jalan.

Tak ketinggalan, Dana Alokasi Khusus (DAK) 2026 turut mengucur untuk dua ruas: Banyuurip-Pamotan dan Landoh-Kerep-Kepohagung, sepanjang 1,3 km dengan anggaran sekitar Rp 2 miliar. "Sudah clear dan bisa segera berjalan," kata Maryosa.

Ia menegaskan, pemeliharaan jalan jadi kunci agar angka kemantapan tak melorot. "Kita meningkat terus. Sebelumnya jalan mantap 70 koma sekian," ujarnya.

Sesuai SK Bupati Rembang, total ada 191 ruas jalan kabupaten sepanjang 594,199 km, ditambah 149 ruas jalan poros desa sepanjang 250,897 km. Dengan panjang jalan sebesar itu, anggaran yang tersedia sejatinya masih jauh dari cukup — sebuah PR besar yang terus dikejar penyelesaiannya.

Air dan Gedung Publik Ikut Digenjot

Selain jalan, sinergi dengan pemerintah pusat juga merambah ke sektor sumber daya air. Longstorage Kalipang dan pembangunan Embung Kaliombo terus berjalan, dengan pembebasan lahan senilai Rp 31,5 miliar dan pekerjaan fisik Rp 24 miliar yang kini sudah mencapai progres 25,11 persen.

Pembangunan gedung fasilitas publik pun tak kalah sibuk. Pemeliharaan Alun-alun Rembang sudah mencapai 90 persen, pembangunan gedung Dindikpora 70 persen, gedung bulutangkis Magersari 30,96 persen, hibah gedung PGRI Rembang 17,96 persen, hingga hibah bangunan gedung Kantor Kejaksaan.

Sejumlah proyek lain masih dalam proses pengadaan, diantaranya pembangunan tugu batas Kota Rembang, gedung DPUTaru, gedung Pokja PKK, rehabilitasi gedung Korwil Disdikcam Kecamatan Sumber, hibah barang rehab Koramil Sumber, hingga hibah barang pembangunan rumah dinas Dandim Rembang.

Satu per satu, wajah Rembang pun terus berbenah, selaras dengan semangat Hari Jadi yang tak sekadar seremoni, tapi juga pembuktian kerja nyata. (noe/ali)

 

Editor : Ali Mahmudi
infrastruktur rembang hut rembang 2026 hut 285 rembang harno hanies Rembang hari ini